Suara.com - Batu ginjal adalah pengendapan mineral atau garam dalam urin yang mengkristal dan membentuk “batu” di ginjal. Umumnya, batu ginjal sering dikaitkan dengan kurang minum karena saat tubuh terdehidrasi, mineral dan garam yang
harusnya terbuang melalui urine akan mengendap.
Seseorang dengan aktivitas yang tinggi seringkali mengalami dehidrasi, terlebih saat harus tetap beraktivitas di tengah bulan puasa. Gejala yang biasanya dialami oleh pengidap batu ginjal adalah nyeri di pinggang yang hilang timbul, selalu ingin buang air kecil, hingga kencing berdarah pada kasus tertentu. Lantas, bagaimana jika seseorang sudah terlanjur mengidap batu ginjal?
Dokter Spesialis Urologi Eka Hospital Bekasi Widi Atmoko mengungkapkan, extracorporeal shock wave lithotripsy (ESWL) adalah salah satu tindakan penanganan awal pada pasien batu ginjal dengan cara memecah batu yang mengendap di ginjal, menjadi pecahan yang halus agar mudah dikeluarkan oleh tubuh bersamaan dengan urine. Pemecahan batu ginjal ini dilakukan dengan teknologi gelombang kejut.
"ESWL merupakan tindakan penanganan batu ginjal yang aman karena dilakukan tanos (tanpa operasi) dan sayatan, serta tanpa memasukkan alat dan materi apapun ke dalam tubuh. Sebelum ESWL dilakukan, pasien akan menjalani pemeriksaan radiologi serta diberi obat penahan nyeri,” jelas Widi.
Eka Hospital Bekasi menyediakan layanan ESWL dengan penanganan yang komprehensif dari dokter spesialis. Tersedia dari Senin-Sabtu seharga Rp 8.990.000, treatment ini telah mencakup jasa konsultasi dokter, kamar one day care, serta obat dan alat-alat kesehatan selama menjalani treatment. Calon pasien dapat melakukan registrasi di nomor WhatsApp 0-8888-90-5555 maksimum pada h-1.
Head of Marketing Corporate Eka Hospital, Erwin Suyanto, menambahkan metode Tanos (tanpa operasi) merupakan solusi yang dihadirkan Eka Hospital bagi pasien yang memerlukan penanganan batu ginjal tanpa proses pembedahan dan sayatan. Keuntungan lainnya adalah harga yang terjangkau serta menghemat waktu karena pasien bisa langsung pulang setelah melakukan ESWL.
"Dengan demikian, pasien tidak perlu merasa khawatir untuk memeriksakan diri dan menjalani prosedur pengobatan jika mengalami batu ginjal,” papar Erwin.
Berita Terkait
-
Eka Hospital Hadirkan Pemeriksaan Pasca Pasang Ring Jantung
-
Potongan Kaki di Tangerang, Benarkah Diabetes Dapat Berujung Amputasi?
-
Konsumsi Vitamin C Berlebihan Bisa Picu Batu Ginjal? Ini Penjelasan Dokter
-
RS Eka Hospital Pekanbaru Tambah Layanan Hemodialisa atau Cuci Darah
-
Tak Cuma Menstruasi, Ini Penyebab Lain Kram Perut pada Wanita
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi