Suara.com - PCI (Percutaneous Coronary Intervention) adalah prosedur penanganan pasien jantung koroner, dengan menempatkan material kecil yang disebut ring untuk membuka pembuluh darah di jantung yang menyempit akibat penumpukan kolesterol. Terapi ini dapat meningkatkan aliran darah, mengurangi rasa nyeri dada dan sesak napas, sekaligus mencegah serangan jantung.
Setelah melakukan PCI, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar terapi ini bekerja secara optimal.
Dr. Ignatius Yansen NG., Sp.JP (K), FIHA yang merupakan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Eka Hospital BSD mengatakan, “Selain dianjurkan untuk tidak langsung melakukan aktivitas fisik yang berat, observasi dan pemeriksaan spesifik oleh dokter spesialis sangat diperlukan setelah pemasangan ring jantung. Di sisi lain, pasien juga perlu memperhatikan kadar gizi dan menghindari asupan yang mengandung kolesterol tinggi, seperti makanan cepat saji dan daging olahan, santan, dan gorengan yang bisa memicu penumpukan lemak di jantung. Namun, kadar asupan yang disarankan bisa berbeda-beda, tergantung pada kondisi pasien. Oleh karena itu, konsultasi dengan spesialis gizi juga sangat diperlukan.”
Eka Hospital meluncurkan Paket Post PCI Jantung untuk memberikan pemeriksaan lengkap, baik dari sisi konsultasi spesialis jantung maupun konsultasi spesialis gizi. Paket yang ditawarkan seharga Rp 1.299.000 ini juga dilengkapi dengan pemeriksaan laboratorium serta penunjang lainnya seperti treadmill, ekokardiografi (USG) jantung dan elektrokardiogram (EKG) jantung.
Paket ini tersedia di seluruh jaringan Eka Hospital Group, yaitu BSD, Bekasi, Cibubur, dan Pekanbaru dengan melakukan pendaftaran pada h-1 di nomor WhatsApp 0-8888-90-5555.
Erwin Suyanto, Head of Marketing Corporate Eka Hospital menambahkan, “Paket Post PCI Jantung adalah solusi bagi pasien yang telah melakukan PCI atau operasi jantung di luar negeri, namun terkendala saat ingin melakukan controlling dan check-up karena akses ke luar negeri yang terbatas selama pandemi Covid-19. Selain kemudahan akses, kami juga optimis bahwa layanan ini dapat memberikan evaluasi yang komprehensif bagi kesehatan jantung pasien dan menyelamatkan nyawa pasien dari ancaman penyakit jantung.”
Berita Terkait
-
Potongan Kaki di Tangerang, Benarkah Diabetes Dapat Berujung Amputasi?
-
Pangeran Philip Dipulangkan setelah Sebulan di Rumah Sakit
-
Waspada Sakit Dada & Punggung pada Wanita, Bisa Jadi Tanda Serangan Jantung
-
Tak Banyak yang Tahu, Begini Alur Proses Tindakan Operasi Bypass Jantung
-
Weekend Bike Thru, Eka Hospital Layani Rapid Tes bagi Pesepeda
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi