Suara.com - Pandemi Covid-19 membuat orang lebih banyak bekerja di rumah dan duduk hampir seharian di atas kursi. Karena aktivitas fisik berkurang, kondisi ini meningkatkan risiko muskuloskeletal seperti nyeri leher dan punggung bawah.
Bila tidak segera ditangani, kondisi ini akan menurunkan kualitas hidup kita. Tapi penanganan untuk masalah ini juga tak boleh sembarangan. Karena bila ditangani bukan dengan orang yang ahli, maka berisiko akan bertambah kronis.
"Jika Anda mengalami sakit dan nyeri selama lebih dari beberapa hari, Anda harus mencari perawatan dari praktisi yang berkualifikasi karena ketidaknyamanan yang tidak terdiagnosis dapat menyebabkan masalah kronis jika tidak ditangani," kata Stephy Ng, instruktur yoga bersertifikat internasional dari Kuala Lumpur, Malaysia.
Salah satu penyakit paling umum yang menyerang masyarakat adalah bahu beku, yang juga dikenal sebagai kapsulitis adhesif. Ini adalah kondisi bahu yang ditandai dengan rasa sakit awal, yang kemudian menyebabkan kekakuan pada sendi bahu.
Kondisi ini disebabkan oleh banyak faktor dengan faktor genetik dan lingkungan yang berperan. Ini lebih umum di antara wanita paruh baya dan pekerja menetap. Faktor lain yang berkontribusi termasuk cedera bahu dan penyakit penyerta seperti diabetes.
"Hal ini menunjukkan bahwa berolahraga (misalnya penguatan / peregangan) membawa perbaikan jangka pendek dalam menghilangkan rasa sakit dan meningkatkan rentang gerak. Selain itu, mobilisasi pasif menunjukkan peningkatan yang lebih baik daripada hanya berolahraga," ujar Stephy Ng.
Salah satu praktisi pengaturan tulang terkenal adalah Chris Leong Method Tit Tar (CLM). Setelah memiliki lima cabang di Malaysia, CLM kini membuka gerainya untuk pertama kali di Jakarta, tepatnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Pembukaan Gerai CLM berlangsung pada 3 Juni 2021 dan diresmikan oleh Wiranto, yang dikenal sebagai politikus dan tokoh militer Indonesia.
CLM menawarkan berbagai layanan pengaturan tulang yang komprehensif untuk memenuhi kebutuhan orang dewasa, manula, dan anak-anak.
Baca Juga: Mayoritas Penderita Skoliosis adalah Perempuan
CLM menggabungkan seni penyembuhan dari praktik perawatan tradisional Tiongkok dengan pendekatan medis modern seperti penggunaan sinar-X, standar kebersihan yang ketat, dan teori biomekanik, menyediakan terapi holistik dan alami untuk merawat pasien kami.
Setiap terapis Perawatan Tiongkok CLM menjalani bertahun-tahun pengawasan dan pelatihan ekstensif sebelum memenuhi syarat untuk merawat pasien di CLM.
Berita Terkait
-
Weton Tulang Wangi Hari Apa? Ini Ciri-Ciri Kepribadiannya Menurut Primbon Jawa
-
Apa Itu Weton Tulang Wangi? Ini Ciri dan Keistimewaannya
-
Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya
-
Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123
-
BRI dan Kementerian UMKM Perkuat Pembiayaan KUR, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas