Press Release / pressrelease
Ferry Noviandi
Laleilmanino [dokumentasi pribadi]

Suara.com - Setelah dunia olahraga, Startup Teknologi Kolektibel kini menyasal dunia musik. Untuk menghadirkan NFT (Non-Fungible Token) musik, kolektibel menggandeng grup Laleilmanino.

Seperti diketahui, Kolektibel sebelumnya bekerja sama dengan Indonesia Basketball League (IBL) membuat produk NFT sebagai merchandise teranyar. Kerja sama ini pun sukses menjual lebih dari 525 IBL NFT.

"Industri NFT ini sedang bergerak cukup cepat. Kami perlu merespon industri musik untuk dapat memanfaatkan peluang besar teknologi baru ini. Kami sangat berharap kerjasama ini bisa membuka adopsi NFT sebanyak-banyaknya di Indonesia," kata Pungkas Riandika, CEO Kolektibel kepada awak media, Sabtu (1/1/2022).

NFT Laleilmanino [dokumentasi pribadi]

Dipilihnya Laleilmanino bukan tanpa alasan. Grup musik yang terdiri dari tiga produser rekaman dengan anggota Nino RAN, Lale dan Ilman Maliq & D’Essentials ini dikenal bertangan dingin.

Baca Juga: Tak Mau Ketinggalan Metaverse, Nike Segera Luncurkan Sepatu Kets Digital

Laleilmanino misalnya berhasil memproduksi 100 lagu dalam tujuh tahun, produser rekaman terbaik versi AMI Awards 2018, 2020, dan 2021, masuk ke-18 Nominasi AMI Awards 2020, lagu Chrisye yang masuk dalam 10 lagu paling dicari warganet di Google sepanjang 2021.

Musik merupakan sebuah bentuk seni yang bisa diterima banyak orang. Sementara bagi Nino RAN sendiri melihat NFT adalah era baru bagi industri musik di masa depan.

"Kami menyadari bahwa dunia musik terus berevolusi. Kami melihat NFT bukanlah sebuah tren sesaat, melainkan era baru bagi industri musik masa depan," ujar Nino RAN.

Laleilmanino [Instagram]

Pungkas menjelaskan, bahwa musik adalah industri yang layak ditemani oleh NFT di 2022 ini. Ini adalah bagian dari strategi kolektibel agar NFT bisa diadopsi secepat mungkin dan semasif mungkin di Indonesia.

Secara umum platform Kolektibel menghadirkan user journey yang ramah dan mudah bagi semua orang. Sedikit berbeda dengan NFT marketplace lain di Indonesia, Kolektibel tidak menggunakan mata uang kripto sebagai metode pembayaran untuk NFT-nya, namun justru menggunakan fiat alias mata uang yang berlaku di Indonesia, Rupiah.

Baca Juga: Ferrari Ikut Kepicut NFT, Segera Siapkan Koleksi Digital

Pungkas menuturkan, langkah ini diharapkan akan menjadi breakthrough bagi orang Indonesia karena mereka dapat langsung mengoleksi NFT dengan cara yang mudah.

Penasaran dengan apa yang akan dihadirkan oleh Laleilmanino dan kolektibel? Anda bisa melakukan waiting-list di: https://laleilmanino.kolektibel.com/waitlist.

Komentar