Press Release / pressrelease
Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah
(ki-ka) Maha Willy Chandra Co-Founder and COO Dagangan, Aaron Nio Senior Investment Associate Monks Hill Ventures. (Bawah) Dedi Kuswandi, Kepala BagianKoordinator Evaluasi dan Pelaporan Ditjen Perdagangan Dalam Negeri. (Istimewa)

Suara.com - Startup social commerce, Dagangan merilis Dagangan Impact Report 2021 yang berisikan laporan berbagai bentuk dampak positif yang telah diciptakan oleh Dagangan terhadap masyarakat dari segi ekonomi, sosial, dan lingkungan. Laporan tersebut turut memuat kerangka keberlanjutan yang diterapkan pada operasional bisnis Dagangan yang sesuai dengan 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) dari PBB.

Sebagai perusahaan yang mengutamakan dampak sosial, Dagangan terus memastikan bahwa bisnis yang dijalankannya memberi kontribusi yang signifikan bagi masyarakat, terutama yang tinggal di daerah rural atau pedesaan.

“Meningkatkan kesejahteraan masyarakat merupakan prioritas Dagangan dalam menjalankan bisnis. Karena itu, kami selalu memastikan bahwa apa yang kami lakukan dapat membawa dampak positif bagi masyarakat. Dalam Laporan Dampak yang kami rilis hari ini, kami memberikan gambaran mengenai pencapaian bisnis Dagangan yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) dari PBB,” tutur Maha Willy Chandra, Co-Founder dan Chief Operating Officer Dagangan.

Dari 17 Tujuan yang terdapat dalam TPB, Dagangan secara aktif merealisasikan beberapa di antaranya, termasuk usaha-usaha untuk mengurangi kemiskinan, memperjuangkan kesetaraan gender, menciptakan lapangan kerja yang layak untuk pertumbuhan ekonomi, mengatasi kesenjangan lewat inovasi, serta berkontribusi dalam penanganan isu perubahan Iklim.

Baca Juga: Bananas Resmi Diluncurkan, Siap Garap Pasar Quick Commerce Groceries

Willy menambahkan, “’Berkelanjutan" merupakan kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang Dagangan lakukan selama ini. Kami berusaha agar segala sesuatu yang kami lakukan dapat memberi dampak positif secara berkelanjutan, termasuk kepada pengguna, karyawan, investor, dan masyarakat secara umum.”

Perjalanan Dagangan dalam Menciptakan Dampak Positif bagi Masyarakat

Didirikan tahun 2019, Dagangan bertujuan untuk menjadi solusi bagi masyarakat di pedesaan agar dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan cara yang lebih mudah, cepat, dan terjangkau.

Dagangan menerapkan model operasional hub-and-spoke, artinya perusahaan menyediakan pusat pengadaan kebutuhan pokok atau micro warehouse (hub) di berbagai titik di wilayah pedesaan, sehingga biaya logistik menjadi lebih efisien. Model operasi ini juga memungkinkan produsen-produsen besar untuk menjangkau wilayah rural yang sebelumnya sulit dilakukan karena keterbatasan logistik.

Hingga saat ini, Dagangan telah menjangkau lebih dari 8.000 desa di Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Lebih dari 25.000 masyarakat, baik itu pembeli eceran, pemilik warung, maupun pelaku UMKM kini memiliki akses ke produk-produk berkualitas yang dijual melalui platform Dagangan dengan harga terjangkau. Hal ini turut mendukung para pemilik warung sehingga mereka berhasil meningkatkan pendapatannya hingga 60 persen sejak berbelanja barang melalui aplikasi Dagangan.

Baca Juga: Tantangan Berbisnis Makanan Online

“Dagangan memainkan peran penting dalam mendistribusikan kebutuhan pokok bagi masyarakat pedesaan. Dengan menggunakan teknologi dan kemitraannya dengan komunitas lokal, tim Dagangan telah menciptakan rantai pasok yang lebih efisien untuk menghadirkan produk dan layanan kepada 80% masyarakat Indonesia yang berada di kota tingkat 3 dan 4. Kami senang dapat terus menjadi mitra dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung ekonomi digital yang lebih terintegrasi serta inklusif di Indonesia,” ujar Aaron Nio, Senior Investment Associate, Monk's Hill Ventures.

Komentar

terkini