Suara.com - Hutan bakau atau hutan mangrove sangat penting bagi lingkungan, karena berfungsi untuk mengamankan pantai dari ancaman abrasi. Sebagai negara kepulauan, hutan bakau menjadi bagian penting dalam menjaga lingkungan di Indonesia.
Untuk itu penting dalam merawat dan melestarikan vegetasi hutan bakau yang kini tersisa. Belum lama ini, KT & G dan SangSang Univ Indonesia melakukan kegiatan penanaman pohon bakau secara sukarela bersama para relawan.
Dilakukan pada 12 Agustus 2022 lalu, acara penanaman pohon bakau itu dilakukan di kawasan ekowisata di Jakarta Utara. Sebanyak 20 orang termasuk staf dan mahasiswa SangSang Univ, ikut serta dalam program pelestarian tersebut.
Tak kurang dari 50 bibit pohon bakau ditanam oleh relawan, di lubang lumpur sedalam 50 cm. Setelah menanam bibit, mereka melanjutkan kegiatan pelestarian dengan mengumpulkan sampah di mana sekitar 15 kg sampah berhasil dipungut.
Dikatakan oleh salah seorang relawan - Jesi Rizky Anindy, kegiatan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab sosial dalam mengatasi perubahan iklim dan ancaman banjir di Ibukota Jakarta.
"Program ini menjadi momen untuk membersihkan udara dan air di Jakarta," kata Jesi dikutip dari siaran tertulis, Minggu (28/8/2022).
Ini bukan pertama kalinya perusahaan dan SangSang Univ sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mempelajari budaya dan seni, untuk ikut serta dalam kegiatan pelestarian lingkungan di Indonesia.
Pada 20 Maret lalu, keduanya menerjunkan sebanyak 11 sukarelawan dalam kegiatan membersihkan sungai, menanam pohon, melepaskan ikan, serta kegiatan edukasi tentang ekosistem di kawasan Sungai Ciliwung.
Inisiatif filantropi ini, lebih lanjut, dilakukan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa secara lintasbudaya dan memperbesar peluang mereka mencari pekerjaan.
Baca Juga: Coba Melawan Petugas, Jambret Spesialis Wisatawan Langsung Didor
"Selain menanam pohon bakau, kami akan memenuhi tanggung jawab sosial perusahaan melalui beragam kegiatan lain," tambah Chief of Global Headquarter of KT & G - Yoon Sik Jung
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?