Suara.com - Sampah mejadi masalah serius yang dialami sejumlah kota besar, termasuk Depok. Tingginya jumlah sampah yang tidak sebanding dengan daya tampung tempat pembuangan akhir (TPA), menjadi salah satu masalah besarnya.
Sekadar catatan, jumlah sampah yang beredar di masyarakat di Kota Depok mencapai lebih dari 1.100 ton per hari. Sementara kapasitas di TPA Cipayung sudah mencapai 2,5 juta ton sampah dengan ketinggian 23 meter. Padahal, kapasitas sampah di tempat tersebut hanya 1,3 juta ton.
Melihat kondisi tersebut, PT Karabha Digdaya bekerjasama dengan penggiat sampah dan aparatur Kecamatan Tapos, khususnya Kelurahan Cimpaeun, membangun pusat pengelolaan sampah menggunakan maggot.
Seperti diketahui, maggot sangat aktif memakan sampah organik. Maggot memiliki kemampuan mengurai sampah organik dua sampai lima kali bobot tubuhnya selama 24 jam. Satu kilogram maggot dapat menghabiskan dua sampai lima kilogram sampah organik per hari.
Sementara maggot sendiri saat ramai dibudidayakan karena memiliki nilai jual tinggi. Maggot dimanfaatkan sebagai pakan ternak karena kaya protein.
"Melihat sampah adalah masalah bersama, maka kami berinisiatif memberikan bantuan berupa pembangunan tempat pengelolaan sampah disini," ujar Arif Wiryawan, Direktur Utama PT Karabha Digdaya, seperti dalam keterangan yang diterima Suara.com.
Arif pun senang karena idenya untuk mengatasi sampah mendapat respons positif dari penggiat pengelolaan sampah dan para stakeholders Kecamatan Tapos.
"Alhamdulillah, niat baik kami mendapatkan jawaban yang sangat baik dimana bisa bertemu dengan Pak Suhanda dan Bapak/Ibu yang ada disini, " ujar Arif.
Selain membangun pengolahan sampah dengan maggot, Arif bersama tim juga akan mengajak masyarakat agar bisa bijak dalam membuang sampah dengan cara memilah sampah terlebih dahulu.
Baca Juga: TPST Piyungan Penuh, Truk Pengangkut Sampah Harus Antre 1-2 Jam untuk Bongkar Muatan
Sementara itu Walikota Depok, Mohammad Idris, mengapresiasi pembangunan pusat pengelolaan sampah dengan maggot yang digagas PT Karabha Digdaya.
"Seperti yang kita ketahui, sampah ini adalah masalah bersama. Bahkan pada musim hujan seperti yang sekarang kita rasakan, sampah kerap membuat masalah lanjutan seperti banjir," katanya.
Idris berharap dengan adanya pusaat pengelolaan sampah ini, jumlah sampah di Kecamatan Tapos semakin berkurang.
Berita Terkait
-
Limbah Medis dan Ancaman Senyap bagi Kesehatan Ekosistem
-
Begini Cara Warga Kertabumi Ubah Plastik Bekas Jadi Penghasilan Jutaan
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Benyamin Davnie: Kritik Mahasiswa adalah Energi, Kami Berpacu dengan Waktu Benahi Sampah Tangsel
-
Aksi Buang Sampah Warnai Protes di Kantor Wali Kota Tangsel
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Mengenal Inovasi dan Manfaat Lelang bagi Perekonomian Nasional
-
Rakhano Rilis "Sempat Tak Sempat", Lagu Galau yang Bikin Susah Move On
-
Paramount Land Gelar Pesta Rakyat 'Sinergi dalam Satu Harmoni'
-
Edukasi dan Promosi Kelestarian Hutan, FSC Forest Week di Indonesia Resmi Diluncurkan
-
Pastry Chef Audrey Tampi Gelar Demo Masak Eksklusif di Jakarta
-
Custom Desain Cincin Pernikahan Jadi Tren, Buat Cinta Makin Jadi Lebih Bermakna
-
Meriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-79 dengan Tingkatkan Nasionalisme dan Eratkan Kebersamaan antar Karyawan
-
Rayakan HUT RI, Pergikuliner Festival Ruang Rasa Hadirkan Ragam Kuliner Indonesia di Central Park
-
Rayakan Hari Kemerdekaan Bersama Lebih dari 6000 Siswa dengan Berbagi Es Krim Gratis di Seluruh Indonesia
-
Terinspirasi HUT RI di IKN, The House of Arwuda Luncurkan Parfum Independence