- Komisi B DPRD DKI menyoroti masalah disiplin pembuangan limbah di Pasar Induk Kramat Jati pada rapat bersama Perumda Pasar Jaya.
- Terungkap adanya pembuangan sampah dari luar area pasar yang secara signifikan menambah volume timbunan sampah di sana.
- DPRD mendesak Perumda Pasar Jaya memaksimalkan pengawasan CCTV dan memperbaiki kinerja petugas monitoring kebersihan pasar.
Suara.com - Komisi B DPRD DKI Jakarta menyoroti tajam persoalan kedisiplinan pembuangan limbah di kawasan Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.
Persoalan ini mencuat dalam rapat kerja yang digelar bersama jajaran direksi Perumda Pasar Jaya beberapa waktu lalu.
Dalam pertemuan tersebut, terungkap fakta mengenai adanya aliran sampah dari luar kawasan yang sengaja dibuang ke dalam area pasar.
"Tidak seluruhnya berasal dari aktivitas perdagangan di dalam pasar. Ada juga sampah dari luar yang masuk ke kawasan kami," beber Direktur Properti dan Perpasaran Perumda Pasar Jaya, Raja Malem Tarigan.
Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nova Harivan Paloh, mengimbau seluruh elemen, mulai dari pedagang hingga konsumen, untuk memperketat penjagaan kebersihan.
"Kami mengimbau semua pihak menjaga kebersihan pasar. Jangan sampai ada pihak luar yang memanfaatkan pasar sebagai lokasi pembuangan sampah," ujar Nova, mengutip laman resmi DPRD DKI Jakarta, Kamis (26/2/2026).
Nova juga membeberkan modus pembelian buah dalam jumlah besar yang kerap menyisakan residu sampah di lokasi kejadian.
Praktik tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab meningkatnya volume sampah secara signifikan di pasar tersebut.
"Yang dibawa hanya buahnya, sisanya dibuang. Kondisi tersebut tentu menambah timbunan sampah," keluh Nova.
Baca Juga: Apakah RI Hanya Jadi 'Tong Sampah' Pickup India? Ini Fakta Sebenarnya
Guna meredam praktik tersebut, Perumda Pasar Jaya sebenarnya telah memasang kamera pengawas atau CCTV di sejumlah titik strategis.
Namun, pengawasan di lapangan dinilai belum optimal. Karena itu, DPRD DKI Jakarta menuntut adanya perbaikan kinerja petugas yang bertanggung jawab memonitor kawasan Pasar Induk Kramat Jati.
"Pengawasan harus dimaksimalkan agar tidak ada lagi yang membuang sampah sembarangan," tandas Nova.
Berita Terkait
-
Apakah RI Hanya Jadi 'Tong Sampah' Pickup India? Ini Fakta Sebenarnya
-
Belajar dari China, Sampah Makanan MBG Berpotensi Jadi Biodiesel
-
Ketua DPRD DKI Soroti Pengangguran Tembus 6 Persen, Dinilai Picu Kriminalitas
-
DPRD DKI Minta Seluruh Bus Transjakarta Dipasang Kamera Pendeteksi Sopir Ngantuk
-
DPRD DKI: Raperda Sistem Pangan Solusi Food Waste Jakarta
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Prabowo: yang Merasa Indonesia Suram Silakan Cari Negara Lain
-
Prabowo: Perkuat Koperasi Bukan Berarti Anti Perusahaan Besar
-
Ibarat Sapu Lidi, Prabowo Sebut Koperasi Alat Orang Miskin Bersatu Jadi Kuat
-
Prabowo Blak-blakan: Semua Partai Banyak Patriot, Banyak Juga Bajingannya
-
Prabowo Ultimatum Koruptor: Sadar Diri, Hentikan, dan Kembalikan Uang Rakyat!
-
Meninggal karena Serangan Jantung, Temon Sempat Dilarikan ke RSUD Mampang
-
Mantan Emir Qatar, Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani Meninggal Dunia
-
Akrab di GBK, Intip Gestur Hormat Jaksa Agung-Panglima TNI dan Kapolri Sambut Prabowo
-
LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
-
Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Resmi Ditetapkan, Apa Maknanya?