News / Metropolitan
Kamis, 26 Februari 2026 | 17:32 WIB
Ilustrasi sampah. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Komisi B DPRD DKI menyoroti masalah disiplin pembuangan limbah di Pasar Induk Kramat Jati pada rapat bersama Perumda Pasar Jaya.
  • Terungkap adanya pembuangan sampah dari luar area pasar yang secara signifikan menambah volume timbunan sampah di sana.
  • DPRD mendesak Perumda Pasar Jaya memaksimalkan pengawasan CCTV dan memperbaiki kinerja petugas monitoring kebersihan pasar.

Suara.com - Komisi B DPRD DKI Jakarta menyoroti tajam persoalan kedisiplinan pembuangan limbah di kawasan Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.

Persoalan ini mencuat dalam rapat kerja yang digelar bersama jajaran direksi Perumda Pasar Jaya beberapa waktu lalu.

Dalam pertemuan tersebut, terungkap fakta mengenai adanya aliran sampah dari luar kawasan yang sengaja dibuang ke dalam area pasar.

"Tidak seluruhnya berasal dari aktivitas perdagangan di dalam pasar. Ada juga sampah dari luar yang masuk ke kawasan kami," beber Direktur Properti dan Perpasaran Perumda Pasar Jaya, Raja Malem Tarigan.

Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nova Harivan Paloh, mengimbau seluruh elemen, mulai dari pedagang hingga konsumen, untuk memperketat penjagaan kebersihan.

"Kami mengimbau semua pihak menjaga kebersihan pasar. Jangan sampai ada pihak luar yang memanfaatkan pasar sebagai lokasi pembuangan sampah," ujar Nova, mengutip laman resmi DPRD DKI Jakarta, Kamis (26/2/2026).

Nova juga membeberkan modus pembelian buah dalam jumlah besar yang kerap menyisakan residu sampah di lokasi kejadian.

Praktik tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab meningkatnya volume sampah secara signifikan di pasar tersebut.

"Yang dibawa hanya buahnya, sisanya dibuang. Kondisi tersebut tentu menambah timbunan sampah," keluh Nova.

Baca Juga: Apakah RI Hanya Jadi 'Tong Sampah' Pickup India? Ini Fakta Sebenarnya

Guna meredam praktik tersebut, Perumda Pasar Jaya sebenarnya telah memasang kamera pengawas atau CCTV di sejumlah titik strategis.

Namun, pengawasan di lapangan dinilai belum optimal. Karena itu, DPRD DKI Jakarta menuntut adanya perbaikan kinerja petugas yang bertanggung jawab memonitor kawasan Pasar Induk Kramat Jati.

"Pengawasan harus dimaksimalkan agar tidak ada lagi yang membuang sampah sembarangan," tandas Nova.

Load More