- Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan agresi pada Sabtu (28/2/2026), menewaskan 40 orang di sekolah perempuan Minab, Iran.
- Presiden Donald Trump menyerukan perubahan rezim di Teheran setelah serangan udara gabungan tersebut terjadi.
- Iran membalas dengan serangan balasan menggunakan drone dan rudal terhadap Israel serta pangkalan militer AS di Teluk.
Suara.com - Serangan agresi Amerika Serikat dan Israel ke Iran, Sabtu (28/2/2026) pagi waktu setempat, turut menyasar satu sekolah khusus perempuan di Minab, Provinsi Hormozgan.
Dalam serangan udara mematikan itu, sedikitnya 40 orang tewas di sekolah. Sebanyak 36 di antaranya adalah siswi.
Sementara 45 lainnya terluka, demikian laporan kantor berita resmi Iran, IRNA.
Insiden ini memicu gelombang kemarahan besar di dalam negeri Iran di tengah gempuran udara yang masih terus berlangsung.
Seruan Kontroversial Donald Trump
Sementara di AS, Presiden Donald Trump merilis pernyataan video melalui media sosial saat operasi militer tengah berjalan.
Trump tidak hanya memberikan pembenaran atas serangan tersebut, tetapi juga secara eksplisit menyerukan perubahan rezim di Teheran.
“Selama 47 tahun, rezim Iran telah meneriakkan 'Matilah Amerika' dan melancarkan kampanye pertumpahan darah dan pembunuhan massal tanpa henti, menargetkan Amerika Serikat, pasukan kita, dan orang-orang tak berdosa di banyak sekali negara,” ujar Trump dalam video tersebut.
Ia mendesak rakyat Iran untuk mencari tempat perlindungan selama serangan berlangsung, namun memberikan instruksi provokatif untuk tahap selanjutnya: “Setelah kami selesai, ambil alih pemerintahanmu. Itu akan menjadi milikmu.”
Baca Juga: Sabtu Pagi Teheran Dibom, Sabtu Sore Iran Langsung Kirim Rudal ke Israel
Seruan ini menandakan ambisi sekutu untuk mengakhiri sistem teokrasi di Iran yang telah menjadi lawan bebuyutan Washington sejak revolusi 1979.
Ayatollah Ali Khamenei Jadi Target
Gelombang serangan pertama dilaporkan menyasar pusat saraf pemerintahan di jantung kota Teheran, termasuk kompleks kediaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei yang kini berusia 86 tahun.
Kepulan asap hitam terlihat membubung tinggi dari distrik pusat ibu kota. Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi apakah Khamenei berada di lokasi saat ledakan terjadi.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan bahwa operasi gabungan ini adalah langkah vital untuk keamanan nasionalnya.
“Operasi gabungan kami akan menciptakan kondisi bagi rakyat Iran yang berani untuk menentukan nasib mereka sendiri,” kata Netanyahu. Ia menambahkan bahwa serangan ini bertujuan untuk “menghilangkan ancaman eksistensial yang ditimbulkan” oleh Iran.
Tag
Berita Terkait
-
Sabtu Pagi Teheran Dibom, Sabtu Sore Iran Langsung Kirim Rudal ke Israel
-
Trump Ancam Hancurkan Industri Rudal dan Angkatan Laut Iran
-
Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
-
Media Asing Soroti Lunaknya Prabowo di Hadapan Trump
-
Kaitan BoP dan Kebijakan Tarif AS: Strategi Pragmatis Presiden Prabowo di Tengah Tekanan Ekonomi
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Saiful Mujani: Pemilu Cacat Bikin Legitimasi Negara Runtuh, Serukan Boikot Jika Curang
-
Masalah Krusial di Mina Terkuak, Jemaah Haji Tak Makan 9 Jam hingga Tenda Melebihi Kapasitas
-
Bukan Sekadar Seremonial, Ini Alasan PDIP Wajibkan Lagu Bung Karno Bapak Marhaenisme
-
Kedok Warung Sembako Terbongkar! Polisi Sita Ribuan Obat Keras di Jagakarsa, Satu Pria Diringkus
-
Jokowi Bakal Keliling Indonesia, Djarot PDIP: Silakan, Bagus Kalau Sambil Tunjukkan Ijazah Asli
-
Siapa Mama Sinta? Tokoh Adat Papua Polisikan Ketua LBH Merauke Terkait Film Pesta Babi
-
Prabowo Instruksi Bahasa Prancis di Sekolah, PDIP Beri Catatan Kritis: Tidak Bisa Serta Merta Begitu
-
Prabowo Tiba di Indonesia Usai Kunjungan dari Prancis, Gibran Menyambut
-
Ribuan Calon Jemaah Umrah Hanania Travel Gagal Berangkat, Negara Diminta Hadir Sesuai UU Terbaru!
-
Buntut Film Pesta Babi, Mama Sinta Asal Papua Polisikan Ketua LBH Merauke di Jakarta