Suara.com - Bea Cukai kembali antarkan dua pelaku usaha lokal mendunia. Lewat asistensi ekspor yang dilakukan oleh Bea Cukai Surakarta dan Bea Cukai Bengkulu, UMKM Indonesia kembali berkontribusi dalam program pemulihan ekonomi nasional.
Asistensi Bea Cukai Surakarta dilakukan kepada PT Syailendra Bumi Investama yang memproduksi minyak atsiri. Berawal dari tahun 2014, Endang Listiani, pendiri perusahaan mulai mengembangkan usahanya. Hingga tahun 2019 usahanya berkembang pesat.
“Dalam memulai usaha kita perbanyak relasi dengan petani dan penyuling. Kita mencoba untuk membantu menampung dan memasarkan produk mereka. Karena saat itu saya melihat ada permainan harga, di mana harga minyak atsiri di pasar lokal justru lebih rendah dari biaya produksi, maka saya berinisiatif untuk dapat memasarkan produk minyak atsiri ke luar negeri,” ungkap Elis, panggilan akrabnya.
Perjuangan yang ditunjukkan Elis tentunya menjadi motivasi yang luar biasa bagi setiap orang yang ingin menjadi pengusaha. Terlebih, perjuangannya dimulai dengan modal yang minus, atau justru berhutang.
"Usaha kami dulunya dimulai dengan modal yang minus. Karena masih ada tanggungan hutang yang kami miliki. Dalam memulai usaha kita perbanyak relasi dengan petani dan penyuling. Kita mencoba untuk membantu menampung dan memasarkan produk mereka. Karena saat itu saya melihat ada permainan harga, di mana harga minyak atsiri di pasar lokal justru lebih rendah dari biaya produksi, maka saya berinisiatif untuk dapat memasarkan produk minyak atsiri ke luar negeri," tuturnya.
Melihat potensi besar itu, Bea Cukai Surakarta hadir dalam memberikan pelayanan kepabeanan di bidang ekspor. Dukungan dan asistensi terus diberikan kepada UMKM sehingga ekspor perdana PT Syailendra Bumi Investama dapat terealisasi.
"Kami sangat merasa terbantu sekali oleh Bea Cukai Surakarta, yang dalam hal ini telah membantu kami untuk dapat melaksanakan ekspor. Tidak hanya membantu perizinan, tapi kami selalu dipandu dan didampingi oleh pihak Bea Cukai Surakarta. Selain itu, mereka bahkan mendatangi dan memberikan solusi untuk teman-teman UMKM agar ekspor dapat berjalan dengan lancar," tambah Elis.
PT Syailendra Bumi Investama telah berhasil melakukan ekspor perdananya ke India pada tanggal 17 Oktober 2022 lalu. Ekspor ini menjadi sebuah langkah maju dan optimisme yang luar biasa, juga sebagai bukti bahwa UMKM Indonesia dapat mendunia dengan produknya.
Produk yang diekspor berupa sugandh mantri essential oil pure sejumlah 100 kilogram dengan negara tujuan India. Jika dilihat dari nilai devisa, maka nilai devisa yang didapatkan negara adalah sebesar US$25.469 atau diperkirakan sekitar Rp391 juta. Kita tentunya berharap agar ekspor ini dapat terus berjalan dan memberikan dampak positif pada perekonomian negara.
Baca Juga: Es Cendol Elisabeth Raih Paritrana Award
Sementara itu di Bengkulu, Bea Cukai bersama Kepala BKIPM, Pemerintah Daerah Bengkulu, Garuda Indonesia Provinsi Bengkulu, serta Fatmawati-Soekarno Airport Operation dan instansi terkait lainnya melakukan pelepasan ekspor lintah dari UMKM Sultan Lintah Indonesia.
Kegiatan ekspor ini merupakan buah dari upaya UMKM Sultan Lintah Indonesia menembus pasar internasional komoditi lintah budidaya yang memiliki potensi permintaan cukup besar dari pasar luar negeri. Sinergi antar instansi dalam memberikan pendampingan juga berperan dalam terwujudnya ekspor ini.
Kasubdit Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan, Hatta Wardhana, mengungkapkan, UMKM merupakan roda penggerak utama perekonomian Indonesia. Kebangkitan UMKM artinya meningkatkan produktivitas pekerja dalam negeri serta memperbanyak peredaran produk dalam negeri.
"Menjadi sebuah harapan besar bagi Bea Cukai bahwa UMKM dapat terus berkembang dan menggerakkan perekonomian, bahkan hingga mampu untuk melakukan ekspor ke luar negeri," katanya.
Berita Terkait
-
Bea Cukai Kantongi Nama Pengusaha di Batam Diduga Pemilik Ribuan Botol Mikol Ilegal
-
Pejabat Ukraina Sebut Listrik Padam di Sejumlah Kota usai Serangan Rudal Rusia
-
Javeast Coffee Senilai Rp 6,2 Miliar Asal Jatim Diekspor Perdana ke Mesir
-
Kisah 3 Pelaku UMKM Kuliner yang Sukses Lewati Pandemi dengan Memanfaatkan Teknologi Digital
-
UMKM Diajak Go Digital Lewat HR Path Supaya Cepat Pulih Imbas Pandemi
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Seragam Sekolah yang Layak Masih Jadi Mimpi Sebagian Anak Indonesia
-
Indonesia Gabung WAICO, Pemerintah Tegaskan AI Bukan Ajang Pilih Kubu China-AS
-
3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli
-
Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil
-
Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan
-
Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu
-
Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi
-
Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras
-
Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin
-
Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan