Prof. Dr. dr. Tonny Loho, DMM, SpPK(K), Spesialis Patologi Klinik RS Grha Kedoya menjelaskan, dari sisi laboratorium, pemeriksaan PHI tetap menggunakan hasil PSA Total, free PSA, dan satu isoform baru dari PSA, yaitu [-2] proPSA atau dikenal dengan p2PSA, dimana ketiganya dikombinasikan dalam suatu formula baru untuk menghasilkan skor tunggal yang dapat digunakan sebagai bantuan dalam penentuan keputusan klinis.
“Rumus dari PHI ini adalah ([-2]proPSA/freePSA)x PSA. Pria dengan hasil PSA total dan p2PSA tinggi, serta hasil free PSA rendah akan cenderung memiliki risiko kanker prostat lebih besar," ujarnya.
“Pemeriksaan p2PSA tidak memerlukan persiapan pasien khusus namun sangat direkomendasikan dilakukan sebelum adanya manipulasi prostat seperti pemeriksaan rektal digital (digital rectal examination), pijat prostat, transrectal ultrasound (TRUS), biopsi prostat, dan juga biopsi jarum transrektal," tambah Prof. Tonny.
Hal ini dikarenakan, manipulasi prostat dapat menyebabkan peningkatan sementara dari kadar p2PSA, freePSA, dan PSA total. Pasien membutuhkan periode tunggu 6 minggu sejak dilakukan manipulasi prostat sampai pengambilan sampel p2PSA. Sampel yang digunakan berupa darah serum dengan volume minimal 3.5 mL.
Pemeriksaan p2PSA tidak dapat berdiri sendiri dalam manajemen pasien, konsentrasi PSA total, freePSA, dan p2PSA harus diperiksa secara bersamaan dari serum yang sama untuk menghasilkan skor Prostate Health Index yang secara otomatis dihitung oleh sistem Immunoassay. Semakin besar angka PHI semakin tinggi risiko pasien terkena kanker prostat.
“PHI dapat menjadi pilihan bagi pasien, karena bersifat non-invasif dan memiliki spesifisitas lebih baik dalam mendeteksi adanya kanker prostat. Deteksi lebih dini dan lebih akurat membuat Tatalaksana pasien juga akan lebih terarah dan memberikan hasil yang lebih baik," tutur dr. Henry.
Berita Terkait
-
Waduh, Sarapan Makanan Bergizi Ini Malah Tingkatkan Risiko Kanker Prostat!
-
Bagaimana Mengatasi Masalah Pembengkakan di Area Prostat?
-
Teknologi Robotik Bantu Penyembuhan Kanker Prostat, Benarkah Lebih Bermanfaat?
-
Pembesaran Prostat Jinak Bisa Disembuhkan, Ini Jenis Pengobatan yang Direkomendasikan untuk Pria
-
Benarkah Ejakulasi 21 Kali Sebulan Bisa Cegah Kanker Prostat? Ini Kata Dokter!
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Mengenal Inovasi dan Manfaat Lelang bagi Perekonomian Nasional
-
Rakhano Rilis "Sempat Tak Sempat", Lagu Galau yang Bikin Susah Move On
-
Paramount Land Gelar Pesta Rakyat 'Sinergi dalam Satu Harmoni'
-
Edukasi dan Promosi Kelestarian Hutan, FSC Forest Week di Indonesia Resmi Diluncurkan
-
Pastry Chef Audrey Tampi Gelar Demo Masak Eksklusif di Jakarta
-
Custom Desain Cincin Pernikahan Jadi Tren, Buat Cinta Makin Jadi Lebih Bermakna
-
Meriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-79 dengan Tingkatkan Nasionalisme dan Eratkan Kebersamaan antar Karyawan
-
Rayakan HUT RI, Pergikuliner Festival Ruang Rasa Hadirkan Ragam Kuliner Indonesia di Central Park
-
Rayakan Hari Kemerdekaan Bersama Lebih dari 6000 Siswa dengan Berbagi Es Krim Gratis di Seluruh Indonesia
-
Terinspirasi HUT RI di IKN, The House of Arwuda Luncurkan Parfum Independence