Suara.com - BUMN Holding Industri Pertambangan, MIND ID membagikan 1.000 paket sembako murah untuk masyarakat di enam kecamatan kota Pontianak yang bertempat di Pontianak Convention Centre, Kalimantan Barat, pada Rabu (27/3/2024).
Kegiatan ini diselenggarakan oleh MIND ID yang berkolaborasi dengan PT Aneka Tambang Tbk yang memiliki wilayah operasi di Kalimantan Barat yaitu UBPB Kalbar.
Sekretaris MIND ID, Heri Yusuf mengatakan, pembagian 1.000 sembako murah dalam rangka menyambut Bulan Ramadan dan rangkaian HUT Kementerian BUMN ke-26.
“Safari Ramadan di Pontianak ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menyambut 26 tahun Kementerian BUMN. Secara keseluruhan, kegiatan Safari Ramadan digelar Kementerian BUMN bersama sejumlah perusahaan BUMN lainnya di 40 kota di seluruh Indonesia,” kata Heri.
Program Safari Ramadan yang digagas oleh Menteri BUMN, Erick Thohir ini diharapkan dapat mendukung ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat dengan harga terjangkau.
Adapun paket sembako murah itu berisi masing-masing 5 kg beras, 1 kg gula, dan 1 liter minyak minyak goreng, sebagai upaya untuk membantu meringankan beban kebutuhan pokok masyarakat.
“Kami ingin agar kehadiran MIND ID tak hanya berfokus pada kawasan pertambangan tetapi juga membawa kemanfaatan dan berkah di Bulan Suci Ramadan khususnya bagi warga di sekitar wilayah kerja MIND ID,” ujar Heri.
Ada pun penjualan sembako murah senilai 75.000/paket. Selain itu, MIND ID juga memberikan voucher untuk produk UMK Binaan untuk mendorong penjualan dan pemasaran.
Safari Ramadan BUMN 2024 di Pontianak juga diisi dengan kegiatan bazar, yang diikuti enam UKM Binaan PT Aneka Tambang Tbk UBPB Tayan, Kalimantan Barat.
Baca Juga: Tradisi Sholat Kafarat di Penghujung Ramadan
Sementara itu, Pj Wali Kota Pontianak, Ani Sofian menilai pasar murah semacam ini sangat berdampak pada kemudahan mendapatkan kebutuhan pokok warga sekitar.
“Dengan adanya paket murah 1.000 sembako dari MIND ID ini dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga terjangkau. Semoga kegiatan ini menjadi berkah dan memberi manfaat kepada masyarakat serta terima kasih kepada MIND ID dan BUMN,” ujarnya.
Berita Terkait
-
Operasi Besar-besaran! Banten Tutup 32 Tambang Ilegal
-
Batu Bara Masih Perkasa, Devisa Ekspor Semester I Tembus Rp268 Triliun
-
Putusan MK Batasi Penunjukan Langsung IUP, Bahlil Pastikan Prioritas Tetap Ada
-
Lewat Program TJSL, BRI Regional Yogyakarta Salurkan Ratusan Paket Sembako ke Gereja
-
Kejagung Bongkar Akal-Akalan Ekspor Logam Tanah Jarang, Dua Pengiriman Diduga Sudah Lolos
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Shin Tae-yong Resmi Dihukum 10 Tahun, Bagaimana Nasibnya di Persija Jakarta?
- 4 Zodiak yang Diprediksi Hidup Lebih Tenang dan Damai di Akhir Juli 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
10 Cara Menggunakan AC Inverter agar Listrik Tetap Hemat
-
BRI Peduli dan Petani Lokal di Karawang Bersinergi Tanam 24.000 Mangrove
-
Pulihkan Pesisir, BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove di Karawang
-
BRI Peduli Libatkan Petani Lokal Hijaukan Pesisir dengan 24.000 Mangrove
-
HIV AIDS di Sidoarjo Viral Usai Ribuan Kasus Pasien Anak Remaja, Kemenkes Buka Suara
-
Rumah Nomor 17 yang Tidak Pernah Ada
-
3 Serum LABORE untuk Kulit Sensitif Sesuai Review, Ampuh Atasi Jerawat dan Noda Hitam
-
Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Percepat Pemulihan Ekosistem Pesisir
-
Jangan Main Hakim Sendiri, Yusril Ingatkan Bahaya di Balik Sayembara Begal Dedi Mulyadi
-
Popok Sekali Pakai Jadi Sumber Sampah Besar, Peneliti Tawarkan Tiga Cara Menguranginya