BANDUNG – Hampir setengah ton sampah ditemukan berserakan di Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat. Hal itu diketahui usai tim gabungan melakukan operasi bersih di gunung yang memiliki ketinggian 3.008 m tersebut.
Tak hanya sampah, tim gabung terdiri dari perseorangan, organisasi hingga masyarakat setempat itu menemukan banyak celana dalam yang sengaja dibuang.
Seorang Volunteer Gunung Gede Pangrango, Niko Rastagil mengatakan, kegiatan operasi bersih sejatinya merupakan kegiatan rutin. Namun operasi bersih kali ini sedikit berbeda.
Masih menurut Niko, operasi bersih ini dilakukan secara mendadak jelang penutupan sementara Gunung Gede Pangrango dengan alasan cuaca ekstrem pada 14-21 Agustus.
Seperti biasanya, kata Niko, operasi bersih lebih difokuskan kepada mengumpulkan sampah-sampah yang berserakan di lokasi pendakian.
Sedikitnya setengah ton berhasil dikumpulkan dalam operasi bersih yang dilakukan pada Sabtu (6/8/2022) tersebut. Ironisnya, tak hanya sampah, para relawan juga menemukan banyak celana dalam yang sengaja dibuang para pendaki.
Niko menyebut, setidaknya ada 10 celana dalam yang ditemukan saat operasi bersih kali ini. "Iya kami temukan lagi celana dalam dari kawasan Alun-alun Suryakencana. Ada juga yang ditemukan di jalur pendakian. Totalnya sekitar 10 celana dalam yang kita temukan," ujar Niko kepada awak media.
Tak diketahui pasti apa alasan para pendaki membuang celana dalam di sekitar lokasi pendakian. Namun Niko menduka para pendaki sengaja membuang celana dalam dengan alasan sakit perut.
"Seperti sebelumnya, dibuang karena pendaki sakit perut. Padahal seharusnya tidak boleh dibuang, mestinya dibawa lagi turun gunung," ujarnya.
Baca Juga: Driver Ojol di Medan Deklarasikan Cak Imin Presiden 2024
Namun menurut Niko, penemuan celana dalam di lokasi pendakian bukan yang pertama. Setiap kali operasi bersih dilakukan, pihaknya kerap menemukan celana dalam yang dibuang sengaja para pendaki.
Seperti diketahui, pada kegiatan operasi bersih di Gunung Gede Pangrango ini, petugas dan relawan menemukan hampir setengah ton sampah. Lebih tepatnya 400 kilogram sampah yang terbagi dalam 140 karung. Sampah yang ditemukan didominasi oleh sampah plastik. (*)
Berita Terkait
-
Habiskan Rp21 Miliar, Ini Situ Rawa Kalong dari Tempat Kumuh Jadi Favorit Wisata Warga Depok
-
Seblak Cobek Khas Kabupaten Subang, Mau Coba?
-
Daerah Wilayah Jabar yang Berpotensi Hujan Petir Bertambah
-
Pendaki Tak Bertanggung Jawab Tinggalkan Ratusan Kilo Sampah di Gunung Gede Pangrango dari Plastik Sampai Celana Dalam
-
Ada Celana Dalam, 150 Karung Sampah Diturunkan dari Jalur Pendakian di Gunung Gede Pangrango
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Kasus Hindoli Terkuak, Tersangka Sumur Ilegal Ditangkap Usai Berpindah hingga Jambi
-
5 Mitos Pulau Kemaro yang Masih Dipercaya Warga, dari Cinta Tragis hingga Pantangan Misterius
-
Tren Baru di Jakarta, Lari Santai Tanpa Target, Ini Alasan Sepatu Cushion Makin Digemari
-
Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana
-
Hemat Bagasi Tanpa Ribet, Sepatu Lari Multifungsi Ini Bisa Dipakai Jogging, ke Mall hingga Traveling
-
Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!
-
Pertina NTT Gugat Menpora: Legalitas Perbati Tak Terbukti di Persidangan, DPP Pertina Beri Dukungan
-
Makna Sakral Tato Dayak: Mengapa Setiap Guratan di Tubuh Punya Cerita Hidup?
-
Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global
-
Segel Dibuka Selasa, Subkon Ancam Segel Ulang Gedung MUI Sukabumi Jika Kamis Belum Dibayar