/
Minggu, 07 Agustus 2022 | 21:41 WIB
Ilustrasi pelaku penipuan dengan modus social engineering.

WONOGIRI – Aksi penimpuan terhadap nasabah bank kembali terjadi. Kali ini korbannya seorang nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) asal Wonogiri, Jawa Tengah.

Korban diketahui bernama Dwi. Nasabah bank berusia 46 tahun tersebut terpaksa harus merelakan uangnya yang tersimpan dalam rekening bank sebesar Rp33,6 juta ludes digasak pelaku.

Dwi mengaku tak tahu pasti kapan uangnya ludes digasak pelaku. Ia baru sadar uang simpanannya habis pada Kamis (4/8/2022). Setelah itu Dwi langsung melaporkan peristiwa yang dialaminya kepada BRI Cabang Wonogiri, tempat dirinya membuka rekening.

Hasil pemeriksaan sementara pihak BRI Cabang Wonogiri, uang milik korban yang tersimpan dalam rekening ludes digasak pelaku dengan menggunakan modus social engineering.

Hal itu berdasarkan keterangan korban yang mengaku telah memberikan password ATM miliknya kepada orang tak dikenal yang diduga merupakan pelaku penipuan.

"Nasabah telah memberikan data transaksi perbankan (password), PIN yang bersifat pribadi dan rahasia sehingga transaksi pemindahan dana dapat berjalan sukses," kata Pimpinan Cabang BRI Wonogiri, Muhammad Nu'man, dikutip dari Kompas.com, Minggu (7/8/2022).

Nu'man mengaku pihaknya tak dapat berbuat banyak atas kasus yang menimpa nasabahnya. Selain itu pihak bank juga tak bisa mengembalikan uang milik nasabah jika kehilangan terjadi karena penipuan.

"Bank hanya akan melakukan penggantian kerugian kepada nasabah apabila kelalaian diakibatkan oleh sistem perbankan," kata Nu'man seperti dikutip dari Kompas.com.

Di kesempatan tersebut, Nu'man juga mengimbau agar nasabah tidak mudah memberikan data perbankan kepada orang lain. Terutama PIN ATM.

Baca Juga: Kalahkan Vietnam 2 1, Timnas Indonesia Pastikan Tiket Semifinal Piala AFF U-16

Selain itu, para nasabah disarankan melakukan penggantian PIN ATM secara rutin itu penting. Nasabah juga diminta untuk menjaga kerahasiaan data nasabah, seperti nomor rekening tabungan, nomor kartu, nomor CVV kartu kredit, dan nomor OTP transaksi.

Data tersebut jangan pernah diberikan kepada pihak manapun, termasuk orang yang mengatasnamakan BRI. Di sisi lain, dia mengimbau nasabah selalu menggunakan saluran resmi website dan social media BRI (verified/centang biru) sebagai media berkomunikasi dengan pihak bank. (red)

Load More