JAKARTA – Kereta kencana Ki Jaga Raksa kembali mencuri perhatian publik. Kereta kencana yang dibuat di Solo pada tahun 2009 lalu itu kembali dipercaya mengantar Bendera Pusaka Merah Putih dan Teks Proklamasi, dalam rangkaian upacara Hari Kemerdekaan ke-77 Republik Indonesia.
Kehadiran kereta kencana Ki Jaga Raksa pada upacara peringatan HUT RI ke-77 ini menjadikan momen bersejarah bagi bangsa Indonesia tersebut penuh makna. Apalagi, dilihat dari bentuk dan tampilannya, kereta kencana ini memiliki nilai seni budaya Indonesia yang sangat tinggi.
Sehingga sudah selayaknya kereta kencana Ki Jaga Raksa dimiliki negara dengan tujuan menyelamatkan aset seni budaya nasional untuk kemudian disimpan di museum milik negara.
Sejatinya, kereta kecana Ki Jaga Raksa sudah hampir 7 tahun lebih, tepatnya sejak 2014 lalu, dipercaya menjadi kendaraan yang akan membawa bendera pusaka dalam prosesi upacara kenegaraan. Khususnya upacara HUT Kemerdekaan RI.
Namun pada tahun 2019, kereta ini ‘diistirahatkan’ dengan alasan Pandemi Covid-19. Seperti diketahui, sejak memasuki masa pandemi Covid-19, pemerintah menerapkan pembatasan kegiatan yang melibatkan massa.
Kali ini, tepatnya pada peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-77, kereta kencana Ki Kaga Raksa kembali dihadirkan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada prosesi upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia kali ini, kereta kencana Ki Jaga Raksa kembali bertugas membawa Bendera Pusaka dan teks proklamasi.
Pada peringatan HUT RI ke-77 kali ini, publik pun kembali dibuat kagum dengan karya seniman Solo tersebut. Lalu apa makna nama Ki Jaga Raksa dan keuningan kereta kencana tersebut?
Menurut anggota DPR RI yang juga penggagas ide pembuatan kereta kencana Ki Jaga Raksa, Dedi Mulyadi, kereta kencana Ki Jaga Raksa pada 2009 lalu di Solo, Jawa Tengah. Politisi Partai Golkar tersebut menyebutkan, nama Ki Jaga Raksa secara bahasa memiliki arti yang sangat dalam. Ki berarti istilah maskulin. Jaga berarti merawat dan Raksa merupakan rasa atau hati.
Namun secara makna Ki Jaga Raksa merupakan simbol pemimpin yang menjaga, melindungi dan mengayomi rakyat dengan penuh rasa. Dengan alasan itu, mantan Bupati Purwakarta dua periode memberi nama kereta kencana itu Ki Jaga Raksa.
Baca Juga: Produk Kerajinan Warga Binaan Lapas Purwakarta Dapat Apresiasi dari Kodim 0619
"Makanya, nama kereta kencana ini adalah Ki Jaga Raksa," kata Dedi Jumat (12/8/2022).
Masih menurut Dedi, kereta kencana ini sengaja dibuat sebagai representasi dan penghormatan terhadap Raja Pajajaran Sri Baduga Maharaja atau Prabu Siliwangi.
Tak heran jika kereta kencana ini sering dihadirkan dalam setiap acara kebudayaan atau even tingkat nasional maupun daerah.
Seperti diketahui, sebelum diberangkatkan ke istana negara, kereta itu berada di Subang, Jawa Barat. Tepatnya di Bale Pamanah Rasa yang merupakan tempatnya selama ini tersimpan.
Warga pun turut melepas kereta Ki Jaga Raksa ini dalam sebuah prosesi dengan tema "Ki Jaga Raksa Miang Ka Istana Negara" yang berarti Ki Jaga Raksa pergi ke Istana Negara.
Prosesi diawali dengan turunnya Ki Jaga Raksa yang kemudian disambut oleh sejumlah penari. Kemudian sejumlah perempuan silih berganti memukulkan halu ke lesung yang biasa digunakan petani untuk menumbuk padi.
Setelah melewati berbagai prosesi tersebut, lantas Dedi Mulyadi menyerahkan kereta kencana ke Kogartap I/Jakarta selaku pihak yang akan mengawal kereta kencana selama HUT Kemerdekaan ke-77 di Istana Negara. (*)
Berita Terkait
-
Berbeda, Dedi Mulyadi dan Petani Laksanakan Pengibaran Bendera Merah Putih di Sawah
-
Unik! Pemain Persib Rayakan HUT RI ke-77 di Kereta Dengan Cara Ini
-
HUT RI ke-77, Legend Persib dan Pejuang Kemerdekaan Berpesan Ini
-
Arti dari Lirik 'Ojo Dibandingke', Lagu Farel Prayoga yang Dinyayikan di Istana Merdeka
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung