BANDUNG – Persoalan sampah tak bisa dianggap enteng. Sejumlah daerah bahkan terlihat kewalahan mengatasi penumpukan sampah di wilayahnya. Minimnya sarana prasarana hingga tempat pembuangan akhir (TPA) dianggap menjadi penyebab utamanya.
Persoalan sampah ini tentu saja akan bertambah parah jika tidak segera mengatasinya sejak dini. Aksi warga Citepus, Pasawahan, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung dalam mengatasi persoalan sampah ini patut ditiru.
Mereka mampu mengatasi sampah rumah tangga tanpa harus jauh membuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) dengan mengolahnya secara mandiri menggunakan mesin sampah yang disediakan oleh Satgas Cirarum Harum sektor 7.
Dilansir dari detikJabar, pengolahan sampah secara mandiri oleh warga ini diawali dengan memilah sampah, mulai sampah plastik hingga sampah organik. Setelah itu sampah tersebut dimasukkan ke alat pengolah sampah.
Kemudian sampah diolah oleh mesin sampah. Proses ini tak memakan waktu lama, bahkan terbilang cepat.
Operator alat pengolah sampah, Dadan (42) mengaku pengolahan sampah tiga karung bisa hancur dalam waktu satu jam.
"Untuk memusnahkan 3 karung sampah kalau pakai mesin yang dulu bisa sampai 3 hari itu juga sampahnya harus di pilih, khususnya yang kering. Kalau mesin yang baru itu, tiga karung bisa habis hanya satu hingga dua jam. Kalau termasuk sampah yang basah, tiga karung bisa sehari," kata Dadan dikutip dari DetikJabar.com.
Dia menjelaskan alat pengolah sampah tersebut digunakan dengan bahan bakar oli bekas. Kemudian dibantu dengan memasukan air untuk uap.
“Oli bekas di bakar di luar setelah api menyala baru di masukan, setelah panas akan terjadi uap yang menekan sekitar 15 menit. Fungsi air buat membentuk uap dan memberikan tekanan," katanya.
Baca Juga: Waspada! Inilah Lokasi Perlintasan Kereta Api yang Rawan Terjadi Pelemparan Batu
"Air botol untuk memulai 3 botol, oli bekasnya satu botol. Prinsip alat ini, seperti panci presto," tambahnya.
Dia menjelaskan saat ini pemilahan sampah masih dilakukan oleh petugas. Sehingga menurutnya belum ada kesadaran warga dalam memilah sampah.
Dia menambahkan sampah yang telah diolah oleh alat pengolah sampah tersebut menghasilkan abu. Namun kata dia, tidak menimbulkan asap yang pekat. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
Terkini
-
Membedah Pemikiran Politik Santri dan Abangan dalam Buku Abdul Munir Mulkhan
-
Pernah Sambut Kevin Diks, Kini Pemain Jepang Ini Jadi Penyambut Maarten Paes di Ajax
-
Pegadaian Pastikan Keamanan Investasi Emas di Tengah Antrean Pengambilan Fisik
-
Pegadaian Pastikan Likuiditas Emas Aman Lewat Gadai dan Buyback
-
Lonjakan Permintaan Emas Fisik, Pegadaian Pastikan Pemenuhan Bertahap hingga Februari 2026
-
Bertemu Prabowo di Istana, PM Albanese: Kami Selalu Merasa Sangat Disambut di Sini
-
Jadi Tersangka Suap Bea Cukai, Direktur P2 DJBC Rizal Ternyata Punya Harta Rp19,7 Miliar
-
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
-
Lupa Nomor Smartfren? Tenang, Ini Solusi Cepat Cek Nomor Sendiri!
-
Membedah Ketimpangan Warga RI: Jurang Kaya-Miskin Diklaim Menyempit