/
Sabtu, 20 Agustus 2022 | 08:34 WIB
Ilustrasi penumpukan sampah.

BANDUNG – Persoalan sampah tak bisa dianggap enteng. Sejumlah daerah bahkan terlihat kewalahan mengatasi penumpukan sampah di wilayahnya. Minimnya sarana prasarana hingga tempat pembuangan akhir (TPA) dianggap menjadi penyebab utamanya.

Persoalan sampah ini tentu saja akan bertambah parah jika tidak segera mengatasinya sejak dini. Aksi warga Citepus, Pasawahan, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung dalam mengatasi persoalan sampah ini patut ditiru.

Mereka mampu mengatasi sampah rumah tangga tanpa harus jauh membuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) dengan mengolahnya secara mandiri menggunakan mesin sampah yang disediakan oleh Satgas Cirarum Harum sektor 7.

Dilansir dari detikJabar, pengolahan sampah secara mandiri oleh warga ini diawali dengan memilah sampah, mulai sampah plastik hingga sampah organik. Setelah itu sampah tersebut dimasukkan ke alat pengolah sampah.

Kemudian sampah diolah oleh mesin sampah. Proses ini tak memakan waktu lama, bahkan terbilang cepat.

Operator alat pengolah sampah, Dadan (42) mengaku pengolahan sampah tiga karung bisa hancur dalam waktu satu jam.

"Untuk memusnahkan 3 karung sampah kalau pakai mesin yang dulu bisa sampai 3 hari itu juga sampahnya harus di pilih, khususnya yang kering. Kalau mesin yang baru itu, tiga karung bisa habis hanya satu hingga dua jam. Kalau termasuk sampah yang basah, tiga karung bisa sehari," kata Dadan dikutip dari DetikJabar.com.

Dia menjelaskan alat pengolah sampah tersebut digunakan dengan bahan bakar oli bekas. Kemudian dibantu dengan memasukan air untuk uap.

“Oli bekas di bakar di luar setelah api menyala baru di masukan, setelah panas akan terjadi uap yang menekan sekitar 15 menit. Fungsi air buat membentuk uap dan memberikan tekanan," katanya.

Baca Juga: Waspada! Inilah Lokasi Perlintasan Kereta Api yang Rawan Terjadi Pelemparan Batu

"Air botol untuk memulai 3 botol, oli bekasnya satu botol. Prinsip alat ini, seperti panci presto," tambahnya.

Dia menjelaskan saat ini pemilahan sampah masih dilakukan oleh petugas. Sehingga menurutnya belum ada kesadaran warga dalam memilah sampah.

Dia menambahkan sampah yang telah diolah oleh alat pengolah sampah tersebut menghasilkan abu. Namun kata dia, tidak menimbulkan asap yang pekat. (*)

Load More