/
Senin, 22 Agustus 2022 | 14:34 WIB
Ilustrasi Cacar Monyet (Shutterstock)

JAKARTA - Masyarakat diminta jangan khawatir berlebihan terkait temuan satu kasus cacar monyet di Indonesia. Pasalnya penularan penyakit cacar monyet tidak semudah COVID-19.

Hal ini dikatakan Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin. Budi menerangkan, cacar monyet tidak mudah menular seperti COVID-19.

Hal ini karena cacar monyet bisa menular setelah terjadi gejala. Berbeda dengan COVID-19 yang tidak tahu bahwa dirinya sudah terpapar.

"Cacar monyet dia bintik-bintik dulu, keluar nanah, baru menular. Kalau belum keluar bintik-bintik dia gak menular," katanya, Senin (22/8/2022).

Selain itu, cacar monyet lebih mudah diantisipasi dengan menghindar dan tidak mendekati penderitanya. Mengingat cacar monyet jauh lebih mudah ketika gejalanya sudah terlihat.

"Penularan cacar monyet gak semudah COVID-19 yang ngomong saja, muncrat keluar," katanya.

Dia menambahkan, tanpa kontak fisik cacar monyet tidak akan menular. Selain itu, vaksin cacar monyet sama dengan vaksin cacar karena virusnya sama.

Menkes menjelaskan, vaksinasi cacar sudah pernah diberikan di Indonesia terutama pada orang-orang yang lahir di tahun 1980-an. Berbeda dengan COVID-19 yang bertahan enam bulan, vaksin cacar berlaku seumur hidup.

"Memang tidak proteksi 100 persen tapi tetap ada proteksi. Itu sebabnya di Asia lebih rendah dibanding prevalensi di Eropa. Asia dulu kita kena pandemi cacar lebih belakang dengan Eropa," tukasnya. ***

Baca Juga: Pakar Peringatkan Cacar Monyet Bisa Menular ke Hewan Peliharaan

Load More