/
Selasa, 30 Agustus 2022 | 11:58 WIB
Ilustrasi sas elpiji 3 kilogram (Istimewa)

KARAWANG - Kepala Bagian Ekonomi Pemerintah Kabupaten Karawang, Sari Nurmiasih mengatakan, terkait usulan kenaikan harga gas elpiji 3 kilogram di Kabupaten Karawang hingga kini belum diputuskan.

"Kita memang sudah menerima usulan kenaikan HET elpiji 3 kilogram dari Hiswana Migas. Namun belum tentu dipenuhi usulan itu," ujarnya pada Minggu (28/8/2022).

Dia menerangkan, usulan kenaikan harga gas elpiji bersubsidi ini berasal dari Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas (Hiswana Migas). Namun demikian, keputusan naik atau tidaknya ada pada keputusan Bupati Karawang.

"Nanti bagaimana pimpinan menyikapinya, akan naik atau tidak," terang Sari.

Sari menyebutkan, keputusan Hiswana Migas meminta adanya kenaikan harga gas melon tersebut mengingat di daerah tetangga yakni Bekasi dan Purwakarta sudah terlebih dahulu naik.

Berdasarkan informasi yang dihimpunnya, saat ini HET elpiji 3 kilogram di Karawang mencapai Rp16 ribu per tabung. Namun di pasaran elpiji bersubsidi itu dijual dengan harga Rp25-28 ribu per tabung.

Melansir dari Antara, Hiswana Migas mengusulkan ke Pemkab Karawang terkait dengan kenaikan HET elpiji 3 kilogram menjadi Rp19 ribu per tabung.

Menyikapi usulan kenaikan HET elpiji 3 kilogram Hiswana Migas Karawang ke pemkab, LPKSM Linkar menolak dengan tegas.

Bidang Advokasi LPKSM Linkar, di antara alasan penolakan kenaikan HET, karena selama ini pendistribusian subsidi tidak tepat sasaran, dan itu merugikan masyarakat yang berhak sebagai penerima dan telah merugikan keuangan negara.

Baca Juga: Diduga Kebocoran Gas, Sebuah Rumah di Wanayasa Purwakarta Terbakar

Untuk di Karawang, dengan HET elpiji 3 kilogram Rp16.000 per tabung, sudah ada margin keuntungan untuk agen dan pangkalan, sebesar Rp3.250 per tabung 3 kilogram. ***

Load More