KARAWANG - Simpang Tiga Tugu Tani Lamaran menjadi salah satu episentrum kemacetan yang di Kabupaten Karawang. Untuk mengatasi persoalan tersebut, DPRD Kabupaten Karawang mendorong pemerintah kabupaten segera membuat bundaran.
Menurut, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Karawang, Endang Sodikin bahwa pembangunan bundaran di Simpang Tiga Tugu Tani Lamaran bisa menjadi solusi mengatasi kemacetan yang kerap terjadi.
Sambungnya, simpang antara Jalan Raya Syech Quro menuju Jalan Raya Telagasari, dan Jalan Manunggal Palumbonsari merupakan salah satu pusat kesibukan yang ada di Kabupaten Karawang karena banyak dilalui oleh kendaraan, Sehingga diperlukan langkah cepat Pemkab untuk segera mengentaskan kemacetan.
"Untuk mengatasi kemacetan tersebut ,kami (Komisi III DPRD Kabupaten Karawang ) sudah mengajukan pembangunan bunderan didepan kantor Kelurahan Palumbonsari kepada dinas terkait ,sehingga dari arah manapun bisa berputar terlebih dahulu baik dari arah Tegalsawah dan dari arah mana saja,” katanya usai kegiatan Minggon Kelurahan Palumbonsari di Aula Gedung Kantor Kelurahan Palumbonsari pada Rabu (31/8/2022).
Dia menerangkan, rekomendasi pembangunan bunderan di simpang itu direspon oleh Pemerintah Kabupaten Karawang. Namun realisasi pembangunannya akan dilakukan dengan menggunakan anggaran tahun depan.
“Insya Allah rencana pembangunan pun akan kami realisasikan di anggaran tahun 2023 ,mudah -mudahan bisa terlaksana biar bisa mengurangi kemacetan,” ucapnya.
Sedangkan untuk Tugu Tani yang ada di tengah persimpangan itu, sambung Endang pihaknya akan berkoordinasi dengan Kodim 0604/Karawang terkait rencana selanjutnya. Namun demikian, dengan adanya bunderan tersebut semoga bisa menjadi solusi mengatasi kemacetan.
"kita lihat nanti apa akan dipindahkan, atau masih ditempat yang sama ,kita akan berkomunikasi dan koordinasi dengan Kodim sebagai pemilik tugu, Mudah-mudahan ada solusi. Diharapkan adanya bundaran ini nantinya, arus kendaraan bisa lebih lancar. Serta keselamatan para pengendara bisa lebih terjaga,” katanya.
Sementara itu, Lurah Kelurahan Palumbonsari ,Fitri Yuniawati mendukung terkait rencana pembangunan bunderan di simpang tersebut. Sehingga masyarakat sekitar bisa terbebas dari kemacetan yang kerap terjadi di lokasi tersebut.
Baca Juga: Prediksi Cuaca Karawang Hari Ini, Jumat 2 September 2022
“Kami dari kelurahan sangat mendukung sekali pembangunan bunderan di depan Kelurahan Palumbonsari ini ,biar bisa mengurangi kemacetan, untuk realisasinya mudah- mudahan secepatnya di tahun 2023 .Untuk anggarannya sih saya denger dari aspirasi dewan,” katanya. ***
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Penemuan Fosil Kupu-Kupu Berusia 34 Juta Tahun di Prancis, Kondisi Masih Utuh
-
Dividen BRI Tahun Buku 2025 Mencapai Rp52,1 Triliun, Pemegang Saham Nikmati Imbal Hasil Besar
-
4 Rekomendasi Lip Serum Jojoba Oil, Rahasia Bibir Sehat dan Pink Alami
-
Tayang 28 April, Wanna One Reuni di Varietas WANNA ONE GO: Back To Base
-
5 Sepeda Lipat Ukuran 20 yang Nyaman dan Praktis, Mulai Rp800 Ribuan
-
Banyak Hadiah Mobil dan Motor! Cara Pemprov Sulsel Rayu Warga agar Taat Bayar Pajak
-
Jadwal Asteroid Apophis atau 'Dewa Kematian' Melintas Dekat Bumi
-
BRI Tetapkan Recording Date 22 April 2026, Dividen Rp52,1 Triliun
-
Karya Hendri Teja: Membayangkan Gejolak Batin Tan Malaka Lewat Fiksi
-
Soroti Kasus Pelecehan Seksual FH UI, Melanie Subono: Itu Bukan Candaan!