CIANJUR – Di tengah anggaran pendidikan yang cukup tinggi, rupanya masih menyisakan sejumlah persoalan di masyarakat. Minimnya fasilitas dan sarana prasarana sekolah sepertinya masih tak terelakan.
Gambaran tersebut terlihat di SDN Karya Sakti Salamnunggal. Dalam beberapa tahun terakhir, sekolah yang berlokasi di Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terbilang minim fasilitas.
Tak hanya ruang kelas yang kondisinya rusak, para pelajar di sekolah ini bahkan terpaksa harus belajar di lantai karena minim bangku. Tentu saja, kondisinya membuat proses belajar mengajar di sekolah tersebut tidak nyaman. Bahkan, pihak sekolah tak jarang menerapkan motede belajar secara bergantian di lantai kelas.
Kepada awak media, pihak sekolah mengaku sarana prasarana sekolah banyak yang rusak karena lama tak digunakan. Seperti diketahui, selama pandemic Covid-19, pemerintah memutuskan proses belajar mengajar dilakukan secara daring. Hal ini membuat hamper seluruh siswa belajar di rumah masing-masing.
"Jadi terbengkalai dan lama tidak dipakai jadinya banyak yang lapuk dan rusak," ujar salah satu guru SDN Karya Sakti, Yana Suryana dikutip dari Kompas.com, Kamis (1/9/2022).
Masih menurut Yana, tak hanya minim sarana bangku dan meja belajar, sekolah tempatnya mengabdi minim ruang kelas. Setidaknya ada tiga ruangan kelas yang rusak.
Bahkan pihak sekolah sempat mengosongkan ruang kelas tersebut dari kegiatan belajar. Alasannya, bisa mengancam keselamatan para siswa. Sementara selama ruangan dikosongkan, beberapa siswa belajar terpaksa belajar di luar, seperti di teras kelas.
"Tapi sekarang terpaksa dipakai lagi karena kasihan anak-anak kalau belajar di luar, kepanasan," tandas Yana.
Saat ini, dua lokal atau ruangan yang kondisinya rusak itu dipakai untuk kegiatan belajar kelas 3 dan 6. Tersisa satu ruangan yang tetap dikosongkan karena rusak berat.
Baca Juga: Tiga Skill Ini Bisa Membuat Kalian Menghasilkan Banyak Uang
Sehingga ada dua kelas yang harus berbagi ruangan, yakni kelas 1 dan 2. Sedangkan untuk kelas 5, itu yang belajar di lantai.
Yana menuturkan, pihak sekolah berulang kali melaporkan kondisi ini ke dinas terkait. Dinas sempat survei ke lokasi, namun belum ada tindak lanjutnya hingga sekarang.(*)
Berita Terkait
-
Nodai Bocah Umur 4 Tahun, Kakek Cabul Asal Cianjur Ditangkap Polisi
-
Nasib Kasat Narkoba Polres Karawang Segera Diputuskan Dalam Sidang Etik
-
Sedang Asik Memancing di Waduk Cirata, Pria asal Cianjur Tiba-tiba Terjatuh dari Perahu Lalu Tenggelam
-
Sopir Mengantuk Jadi Penyebab Kecelakaan Maut di Jalur Puncak Cipanas, Akibatnya 4 Orang Tewas
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Malam Horor di Cikidang: Terjebak 9 Jam! Bau Kopling Terbakar dan Tangis Anak Pecah di Antrean
-
5 Rekomendasi HP Infinix RAM 8 GB Paling Murah untuk Performa Game Lancar
-
Gus Yaqut Kembali ke Rutan KPK Usai Tahanan Rumah: Alhamdulillah, Sempat Sungkem ke Ibu Saya
-
285 Ribu Pemudik Diprediksi Balik ke Jabodetabek Via Jalan Tol Hari Ini
-
Drama Keluarga Tasyi Athasyia Vs Selvi Salavia Memanas: Kini Ribut Gara-Gara Foto Lebaran
-
Waduh! Siap-siap Ledakan Besar Pusat Tenaga Nuklir Jika AS Serang PLTN Bushehr Iran
-
Lee Jun Ho dan Ju Ji Hoon Diincar Bintangi Drakor Baru Berjudul Buy King
-
Panik Diserang Balik Iran, Israel Tiba-tiba Ingat HAM dan Minta Tolong Dunia
-
Starbucks dan Harry Potter Bersatu! Rasakan Keajaiban Bubble Meledak Ala Honeydukes di Menu Baru Ini
-
MPV Keluarga 7 Penumpang Dimodifikasi Jadi 12 Orang saat Mudik Lebaran 2026 , Modal Terpal Saja