/
Jum'at, 09 September 2022 | 13:44 WIB
Ilustrasi ruangan sekolah dasar ambruk termakan usia. (Istimewa)

KARAWANG - Ruang kelas VI di sekolah SD Negeri Jatimulya V, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang ambruk pada Kamis (8/9/2022). Penyebab ambruknya ruang kelas tersebut diduga karena kondisi bangunan yang sudah rapuh.

Guru kelas VI SDN Jatimulya V, Gandi menerangkan, ruang kelas tersebut ambruk pada pagi hari, sehingga beruntung tidak sampai memakan korban siswa sekolah.

Diterangkannya, ruang kelas tersebut dibangun pada 2009 lalu. Namun dalam dua tahun terakhir, tidak digunakan lagi untuk kegiatan belajar mengajar (KBM).

Hal tersebut karena kondisi bangunan yang mulai rapuh dan lantainya pun rusak, dan dikhawatirkan roboh. Maka pihak sekolah, memutuksan untuk tidak menggunakan lagi ruang tersebut, demi keselamatan siswa-siswi. 

“Dua tahun gak dipakai karena kondisi bangunan sudah lapuk kayak gini,” ujarnya, Kamis (8/9/2022).

Gandi menerangkan, pihak sekolah sudah mengusulkan perbaikan kepada instansi terkait. Namun hingga akhirnya ambruk tidak kunjung diperbaiki.

“Sudah diusulkan, pak Korwilcambidik (Pedes) bilangnya ini anggaran tahun 2023,” katanya.

Dia pun meminta instansi terkait untuk segera memperbaiki ruangn kelas tersebut, tak perlu harus menunggu sampai tahun 2023. Pasalnya, ini untuk mendukung KBM siswa.

“Kenyataannya sudah (rusak) begini, masa harus mengikuti terus anggaran 2023. Mungkin ada dana talang atau apa gitu,” katanya.

Baca Juga: Diduga Depresi, Seorang Pria Tewas Tertabrak Kereta saat Tiduran di Rel Green Garden Jakbar

Robohnya satu ruang kelas itu, Gandi mengaku akan kembali mengosongkan satu ruang kelas yang juga keadaannya sudah rapuh. Karena khawatir roboh saat pembelajaran berlangsung.

“Karena yang ini roboh, saya takut yang satu lagi juga roboh karena sama bangunan 2009. Makanya untuk besok gak bakal dipakai lagi,” katanya melansir dari radarkarawang.id.

Untuk diketahui, SDN Jatimulya V memiliki satu ruang kantor dan tiga ruang kelas yang akan digunakan untuk tempat kegiatan belajar mengajar dengan keseluruhan jumlah siswa sebanyak 94 orang.

“Semua siswa belajar di kelas. Kalau kelas IV, V, VI satu ruangan disekat,” kata Gandi.

Sementara itu, Korwilcambidik Pedes, Salim mengaku sudah mengetahui informasi ambruknya ruangan kelas VI SD Negeri Jatimulya V. Kejadian itu sekitar pukul 8 pagi saat anak-anak sudah masuk kelas.

“Iya ada satu kelas yang roboh, tapi kelasnya sudah tidak dipakai,” katanya saat dihubungi.

Load More