KARAWANG - Para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di 25 desa di Kabupaten Karawang akan mendapatkan pembinaan dan pengembangan yang diberikan oleh pemerintah setempat. Tujuan dari program ini guna mengentaskan kemisikan ekstrem di 25 desa tersebut.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Karawang, Ade Sudiana mengatakan, pemberian program ini untuk mengatasi kemisikan ekstrem di puluhan desa yang tersebar di lima kecamatan.
"Pembinaan UMKM itu menjadi bagian dari upaya Pemkab Karawang mengentaskan kemiskinan ekstrem di 25 desa," ujarnya, Selasa (6/9/2022).
Menurutnya, melalui program ini produk dari para pelaku UMKM di wilayah tersebut bisa semakin berkembang sehingga mendongkrak perekonomian masyarakat sekitar. Hal ini juga yang kemudian akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Program ini, kata Ade para pelaku UMKM tidak akan diberikan uang namun berupa alat produksi. Ini tergantung dari jenis UMKM apa yang dimiliki oleh pemiliknya.
"Contohnya kalau UMKM yang bergerak di bidang kuliner diberikan peralatan masak, kalau bidang jasa seperti menjahit dan servis AC diberikan alat menjahit dan alat servis AC," katanya.
Kemudian ini juga, para pelaku UMKM ini akan diberikan pelatihan mengenai peningkatan kualitas produk. Namun hal ini hanya berlaku bagi UMKM yang di bidang kuliner, sehingga pemasaran produknya bisa semakin laku dipasaran.
Sementara itu, sebanyak 25 desa yang menyandang predikat kemiskinan ekstrem di antaranya Desa Cemarajaya, Gebangjaya, Kedungjaya, Kedungjeruk Desa Kertarahayu (Kecamatan Cibuaya) serta Desa Karyamulya, Kutaampel, Segaran, Segarjaya dan Desa Telukbango (Kecamatan Batujaya).
Selanjutnya Desa Kiara, Pasirjaya, Sukajaya, Sumurgede dan Desa Tegalurung (Kecamatan Cilamaya Kulon) serta Desa Kutagandok, Kutakarya, Kutamukti, Sampalan dan Desa Sindangsari (Kecamatan Kutawaluya).
Baca Juga: Genjot PAD, Disparbud Karawang Kembangkan Wisata Industri
Melansir dari Antara, Sisanya tersebar di lima desa di Kecamatan Pedes, yakni Desa Jatimulya, Karangjaya, Kertaraharja, Payungsari dan Desa Randumulya. ***
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
Terkini
-
Dinasti Politik Tak Lagi Vulgar Ala Orba, Kini Lebih Licin dan 'Main Cantik'
-
Pakar Sebut Hakim PN Jakpus Bisa Kabulkan Gugatan LCC Empat Pilar MPR, Jadi Terapi Kejut
-
KPK Didesak Segera Periksa Dirjen Bea Cukai Djaka Terkait Kasus Suap Blueray Cargo
-
Ray Rangkuti Sentil Mentalitas '5D' DPR: Datang, Duduk, Duit, dan Jadi Jubir Pemerintah
-
Dikenal Couple Goals, Vilmei Resmi Umumkan Putus dari Willie Salim Setelah 6 Tahun Bersama
-
Dorohedoro Season 3 Resmi Digarap, MV untuk Lagu Zettai MUST Danmen Dirilis
-
Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik
-
Arsenal Gagal Juara Liga Champions, Mikel Arteta Didesak Tendang Pemain Ini
-
Executive Talk: Strategi SiCepat Hadapi Tantangan Industri Logistik 2026
-
Daftar Majelis Hakim PN Jakpus yang Bakal Adili Gugatan LCC MPR, Ada Sosok Ummi Kusuma Putri