KARAWANG - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Karawang, Kursin Kurniawan mengatakan, sebanyak 31 warga yang identitas dirinya dicatut sebagai anggota partai politik dalam Sistem Informasi Partai Politik (Sipol).
Jumlah tersebut, dikatakannya berdasarkan laporan warga yang masuk ke Bawaslu Kabupaten Karawang.
"Ada 31 orang yang mengadu terkait dengan nama dan nomor induk kependudukan mereka tercantum dalam Sipol sebagai anggota partai politik," ujarnya pada Rabu (7/9/2022).
Sebelumnya, dikatakan Kursin bahwa pihaknya telah membuka posko aduan masyarakat apabila ada warga yang meras bukan anggota partai politik namun tercatat di Sipol.
Menurutnya, langkah tersebut sebagai pencegahan adanya manipulasi jumlah anggota partai politik dan juga meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap pengawasan tahapan Pemilu.
"Selama posko dibuka, kami sudah menerima 31 aduan masyarakat yang menyatakan jika nama dan NIK mereka masuk dalam Sipol KPU sebagai anggota partai tertentu, padahal mereka mengaku bukan sebagai anggota partai," terang Kursin.
Diterangkan Kursin, bahwa 31 identitas warga yang dicatut tersebut ada yang berprofesi sebagai aparatur sipil negara (ASN), pelajar, guru, mahasiswa, buruh, perangkat dan lain sebagainya.
Rinciannya, dari 31 orang yang melaporkan pencatutan data diri itu, sebanyak 10 orang di antaranya berstatus ASN, enam orang perangkat desa, tujuh orang wiraswasta, empat pelajar/mahasiswa, dua orang guru honorer, serta dua orang buruh dan ibu rumah tangga.
"Atas laporan pengaduan itu, kami sudah kita melayangkan rekomendasi ke KPU Karawang untuk nama-nama tersebut dilakukan proses penghapusan dalam Sipol sebagai anggota partai," pungkasnya melansir dari Antara. ***
Baca Juga: Ketum PP Muhammadiyah Soroti Kasus di Ponpes Gontor: Jangan Sampai Nila Setitik Rusak Susu Sebelanga
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Gagal Masuk Negeri? Jangan Cemas, 800 Lebih Sekolah Swasta di Banten Kini Gratis
-
12 Kali Raih WTP, Mengapa BPK Masih Minta Sumsel Benahi Sejumlah Hal?
-
6 Fakta Penangkapan Pelaku Pembacokan Maut di Kebon Pedes
-
Puasa 1 Muharram, Sunnah atau Sekadar Tradisi? Ini Niat dan Penjelasan Ulama
-
6 Fakta Nasib Pedagang Usai Pembongkaran Kios Ilegal di Jalur Puncak
-
Di Balik Gemerlap Podium, Nasib Atlet Indonesia Masih Terkatung-katung
-
Korban Terus Bertambah, Dugaan Penipuan Rp1,4 Miliar yang Seret Ibu Bhayangkari Bikin Heboh
-
7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG
-
Sudah Dapat Rp10 Juta, Pedagang Puncak Tetap Merana: Modal Segitu Mana Cukup
-
PTBA Uji Biomassa Kaliandra Merah untuk Kurangi Emisi Karbon dan Dukung Transisi Energi