KARAWANG - Peristiwa warga keracunan di dekat pabrik PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills II sudah sering terjadi sejak beberapa tahun lalu. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Karawang pun merekomendasikan agar pabrik tersebut merelokasi
Bupati Karawang, Cellia Nurachadiana mengatakan, saat ini pihaknya tengah menggodok rencana relokasi terhadap pabrik tersebut. Tujuannya ada warga Kampung Cigempol, Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel tidak kembali menjadi korban keracunanan gas klorin hasil produksi pabrik tersebut.
"Kami akan segera mengeluarkan sejumlah rekomendasi untuk Pindo Deli terkait peristiwa keracunan gas pabrik yang dialami warga," katanya pada Senin (19/9/2022).
"Ini (peristiwa keracunan gas pabrik) yang dialami warga sudah berkali-kali, sudah empat kali kejadian. Tidak boleh didiamkan. Jadi harus ada solusi jangka panjang," tambah Cellica.
Dia menerangkan, relokasi ini tidak semudah yang dipikirkan. Namun dengan menjunjung asas keadilan bagi warga Kampung Cigempol dan juga pihak perusahaan.
Sehingga, dikemudian hari dari kedua belah pihak tersebut tidak mengalami kerugian. Mengingat, peristiwa keracunan ini sudah sering terjadi.
Diketahui, peristiwa keracunan warga kampung tersebut sudah terjadi sejak tahun 2017. Kemudian berulang tahun Mei 2018 dan Juni 2021. Terbaru, terjadi pada Rabu (14/9/2022).
Keracunan yang mendera puluhan warga kampung diduga terjadi karena gas klorin hasil produksi pabrik PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills II.
Cellica menegaskan, di antara solusi jangka panjang yang akan direkomendasikan Pemkab ke PT Pindo Deli II adalah melakukan relokasi. Artinya warga direlokasi ke tempat yang lebih aman atau perusahaannya yang direlokasi.
Baca Juga: Malaysia Healthcare Promosikan 5 Perawatan Utama
"Kalau untuk relokasi warga, saya yakin itu bisa dilakukan oleh Pindo Deli II. Itu menggunakan uang perusahaan dari program CSR. Ini harus jadi perhatian, karena kami ingin solusi jangka panjang," ucapnya mengutip dari Antara.
Warga yang tinggal di sekitar pabrik yang berisiko tinggi terkena pencemaran gas pabrik hingga mengakibatkan keracunan itu ada 204 keluarga.
Rekomendasi lain yang akan disampaikan ialah menanggung pembayaran BPJS Kesehatan untuk warga. Sebab pihak perusahaan tidak bisa menjamin kalau kejadian serupa tidak terjadi dalam waktu-waktu mendatang.
Selain itu, bupati juga memastikan kalau saat ini operasi pabrik PT Pindo Deli dihentikan terlebih dahulu sampai dilakukan perbaikan. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Aldi Taher Kenang Vidi Aldiano, Dukungan Tulus untuk Bisikan Jenazah Tak Terlupakan
-
Napas Lega Pemudik: Jalur Fungsional Tol Bocimi Seksi 3 Resmi Dibuka, SukabumiCibadak Kian Dekat
-
Pesawat Tanker AS Jatuh di Irak, Amerika Sebut Kecelakaan tapi Iran Klaim Ditembak Rudal
-
Kebakaran Hebat di Tambora Jakbar, 25 Rumah Hangus dan 206 Warga Terpaksa Mengungsi
-
6 HP RAM 8 GB di Bawah Rp2 Juta, Lancar untuk Game dan Multitasking
-
8 Rekomendasi Cushion di Minimarket Terdekat yang Bagus untuk Makeup Lebaran
-
Ini Perbedaan Tipe EV Charger, Sesuaikan dengan Kapasitas Baterai Kendaraan Anda!
-
7 Tips Mudik Aman Bawa Hewan Peliharaan, Anti Stres saat Perjalanan
-
Mengembalikan Akal Sehat di Meja Keputusan Pelayanan Publik
-
Persib Puncaki Klasemen, Bojan Hodak Santai Hadapi Tekanan Borneo FC