/
Selasa, 20 September 2022 | 14:08 WIB
Bupati Karawang panggil manajemen PT Pindo Deli II.

Karawang - Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana memanggil pihak manajemen PT Pindo Deli II terkait kebocoran gas yang mengakibatkan keracunan puluhan warga di Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang.

Pertemuan tersebut dilaksanakan di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang, bersama Kepala DLHK Kabupaten Karawang, H. Wawan Setiawan.

Bupati Karawang menyebutkan bahwa pihaknya tidak bisa lagi mentolerir kejadian kebocoran gas yang terus berulang kali.

"Ini adalah kebocoran gas yang ke empat kalinya yakni sejak tahun 2017, 2018, 2021 dan terjadi lagi di tahun 2022. Jadi, saya sudah tidak bisa lagi mentolerir," tegas Bupati.

Bupati Karawang juga telah memerintahkan agar mesin caustik soda plant yang menyebabkan kebocoran gas agar ditutup dan tidak diizinkan untuk beroperasi lagi.

"Sampai ada kesepakatan antara perusahaan dan Pemda bersama Kapolres dan Kejaksaan, jaminan kebocoran tidak terjadi lagi sampai mesin baru tiba pada 3-4 bulan kedepan," tegas Bupati.

Bupati Karawang menegaskan, jika hal tersebut dibiarkan terus terjadi, kesehatan warga yang terkena dampak menjadi taruhannya. Kami tidak mau warga kami menjadi korban keracunan gas yang terus menerus.

Pemkab Karawang telah memberi sinyalemen agar perusahaan mau mempertimbangkan solusi nyata yakni dengan memindahkan warga terkena dampak dan beresiko tinggi.

"Totalnya ada 204 KK, saya minta CSR perusahaan untuk difokuskan pada mitigasi warga yang terdampak langsung. Relokasi mereka ke tempat yang aman dan layak dari dampak yang ditimbulkan," pinta Bupati.

Baca Juga: Puluhan Sopir Bus Terminal Klari Karawang Dites Urine, Bagaimana Hasilnya?

Bupati menambahkan, solusi diatas adalah sebagai bentuk keadilan dan tanggung jawab nyata dari perusahaan.

"Kami menunggu niat baik dari PT Pindo Deli II untuk menandatangani perjanjian hitam diatas putih sebagai bentuk komitmen serius dalam rangka melindungi warga kami," tegas Bupati.(*)

Load More