PURWAKARTA - Ditangan pelajar SMP Negeri 1 Plered, Kabupaten Purwakarta buah markisa diolah menjadi olahan makanan yang lezat dan enak. Selain itu, olahan buah markisa ini mempunyai manfaat terutama bagi penderita diabetes.
Buah markisa yang biasanya langsung di makan, namun oleh pelajar SMP Negeri 1 Plered disulap menjadi sirup, kerupuk hingga masker kumis.
Kepala SMP Negeri 1 Plered, Iwan Hidayat Angga mengatakan, buah markisa dipilih menjadi bahan baku aneka olahan makana itu karena mudah di jumpai. Selain itu, mudah tumbuh serta tidak sulit untuk disulap menjadi berbagai olahan.
Dia menerangkan, inovasi pembuatan berbagai macam olahan dari buah markisa bagian dari kegiatan mengolah makanan sehat dari kebun sekolah.
"Kegiatannya melibatkan dewan guru dan siswa di SMPN 1 Plered. Bahan yang diolah dari buah markisa dari memanfaatkan hasil kebun sekolah," katanya, Senin (3/10/2022).
Dijelaskannya juga, penanaman buah markisa nini tidak begitu sulit, hanya saja tanaman ini harus dibuatkan tiang rambatan yang dimanfaatkan sekitar pekarangan sekolah.
“Tiang rambatan yang baik, menggunakan pucuk bambu tanpa kawat karena bisa merangsang pertumbuhan markisa serta jumlah buahnya. Meski tak memiliki areal yang luas, ternyata buah markisa bisa tumbuh di sekolah ini," tambah Iwan.
Setelah proses penanaman, lanjut dia, tanaman markisa harus dipelihara. Walaupun termasuk mudah tumbuh, namun untuk hasil yang optimal markisa juga membutuhkan pemeliharaan khusus.
“Pemupukan, pemeliharaan utama agar markisa tumbuh subur. Alhamdulillah, kami pun kini bisa menikmati panen buah markisa,” ungkapnya.
Baca Juga: Mahfud MD Sebut Pemerintah akan Teliti Kemungkinan Pelanggaran Hukum di Tragedi Kanjuruhan
Tak hanya menikmati buah markisa, kata Iwan, para guru-guru dan siswa-siswi pun berinisiatif mengolahnya menjadi sirup markisa, serta kulit buah markisa ini juga di olah menjadi kerupuk dan masker kumis.
"Kegiatan ini diselipkan dalam mata pelajaran keterampilan dalam pengolahan markisa. Semuanya otodidak dan ide Guru-guru di sini," ungkap Iwan.
Terpisah, salah satu guru pembimbing siswa, Yova mengatakan, Ide awal pengolahan buah markisa ini karena ada pohon markisa di lingkungan sekolah yang berbuah tapi tidak dimanfaatkan dengan benar.
"Melihat pohon markisa dilingkungan sekolah, kemudian kami para guru dan siswa SMPN 1 Plered mencoba berinovasi mengolah buah markisa agar dapat berguna dan bermanfaat bagi kesehatan," ucap Yova.
Dijelaskannya, SMPN 1 Plered ini termasuk salah satu sekolah adiwiyata (berwawasan lingkungan). Dengan julukan demikian, sekolah ini memanfaatkan sampah bernilai ekonomis. Bahkan, pekarangan sekolah pun disulap menjadi nilai ekonomis.
“Salah satunya, kami menanam buah markisa di pekarangan sekolah dengan bibit bermutu. Melihat bibit markisa yang ditanam di lingkungan sekolah maka kami berinovasi untuk mengolah buah tersebut," kata Yova.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Cegah Food Waste, Bagaimana Food Cycle Indonesia Ajak Anak Muda Selamatkan Surplus Pangan?
-
5 Moisturizer Murah tapi Bagus untuk Mencerahkan Kulit Kusam, Harga di Bawah Rp50 Ribu
-
Erick Thohir Tegaskan Kesiapan Sumut Jadi Tuan Rumah AFF U-19 2026
-
Ashari Kiai Cabul Pati Sogok Korban Agar Cabut Laporan, Ditolak sampai Berujung Ancaman
-
Di Bawah Hujan 1991: Melankolia dalam Novel Goodbye Fairy
-
Sembari Nunggu My Royal Nemesis, Intip 5 Drama Rom-Com Heo Nam Jun Ini!
-
DPR Dukung Usulan Blacklist Pelaku Politik Uang di Revisi UU Pemilu
-
Apakah Ada Bedak SPF yang Murah? Ini 5 Pilihan Terjangkau Mulai Rp20 Ribuan
-
Promo Alfamidi Hari Ini 8 Mei 2026, Diskon Susu hingga Minuman Murah Meriah
-
Ironi Tumpukan Sampah Makanan di Negeri yang Kelaparan