PURWAKARTA – Sejumlah kampung di dua desa yang berada di ujung barat Kabupaten Purwakarta tak layak lagi menjadi tempat hunian warga. Alasannya, dua desa itu berada di antara pertemuan dua sesar atau patahan yang rentan terjadi bencana alam pergeseran tanah.
Dua lokasi itu yaitu Kampung Cirangkong, Desa Pasanggrahan, Kecamatan Tegalwaru. Lalu, beberapa kampung di Desa Panyindangan, Kecamatan Sukatani.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purwakarta, Yuddy Herdiana mengatakan, berdasarkan kajian Badan Geologi menunjukan kampung-kampung yang berada di dua desa itu rawan terjadi pergeseran.
"Daerah itu merupakan pertemuan antara sesar Lembang dan Sesar Baribis yang membentang hingga daerah Tangerang. Jadi, hasil kajian kami bersama Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi menyatakan jika wilayah ini tidak layak dihuni karena sangat rawan pergerakan," katanya pada Senin (3/10/2022).
Diakuinya, bencana alam pergesaran tanah di Kampung Cirangkong sudah sering terjadi. Intensitas fenomena ini menjadi sering terjadi ketika memasuki musim penghujan.
Menurutnya, diperlukan adanya antisipasi sedini mungkin di dua desa tersebut. Tercatat, pergesaran tanah paling parah terjadi pada 2021 yang mengakibatkan 11 rumah hancur dan puluhan lainnya mengalami rusak.
"Dari data yang ada di kita, Sejak 2019, 2020 dan 2021 juga sempat terjadi pergeseran tanah. Puncaknya, di 2021 yang sedikitnya 11 rumah hancur, 48 rumah rusak berat, serta 12 rumah yang rusak ringan," ucap Yuddy.
Bahkan, pada Juni 2022 lalu sebanyak 21 rumah rusak akibat pergeseran tanah. Tak hanya itu, jalan penghubung antar desa pun terputus sehingga tidak bisa dilalui kendaraan.
"Tahun ini kami juga sudah melakukan Assesment. Kami tegaskan, Kampung Cirangkong memang yang paling rawan, khususnya di dua RT. Kita juga sudah menyampaikan jika lingkungan mereka tidak layak lagi untuk ditinggali," katanya.
Yuddy menyebutkan, pemerintah telah berupaya dengan merelokasi warga kampung tersebut secara bertahap ke tempat yang lebih aman. Mereka ditempatkan di kampung sebelah yang dinilai aman.
Ditambahkannya, Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika bahkan sampai menyoroti langsung bencana alam pergeseran tanah di kampung tersebut. Menurut Ambu Anne sapaan akrabnya, pergeseran tanah ini akibat dari alih fungsi lahan.
"Hasil dari laporan Badan Geologi, salah satu penyebabnya itu karena adanya aktivitas penambangan batu. Saya berharap, semua pihak termasuk masyarakat bersama-sama untuk bisa menjaga lingkungan," katanya mengutip bisnis.com. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan