/
Kamis, 13 Oktober 2022 | 15:44 WIB
Ilustrasi perampok dihakimi warga Purwakarta karena merampok siang hari. (Istimewa)

PURWASUKA - Aksi perampokan di Kabupaten Purwakarta terjadi di siang bolong, Kamis (13/10/2022). Aksi Nekat perampokan itu terjadi di Jalan Raya Industri, Jalur Alternatif Jakarta-Bandung, tepatnya di Wilayah Maracang, Babakancikao. 

Haryanto seorang perampok yang mengaku warga Palembang di tangkap dan sempat di hajar massa, sementara tiga pelaku lainnya kabur menggunakan mobil dan motor ke arah Karawang.

Kemudian, pelaku sudah di masukkan ke dalam mobil polisi, setelah sebelumnya di tangkap oleh warga dengan di ikat tali rapia.

Insiden ini terjadi ketika korban bernama Salfa tengah menambal ban yang tiba-tiba bocor di jalur itu, ia turun dari mobil dan pelaku langsung melancarkan aksinya dengan mengambil uang di bagian belakang mobil itu.

"Saya abis ngambil uang di bank, kemudian ban bocor lalu saya tambal, pelaku itu datang dari belakang pakai motor, lalu ambil uang saya di bagian kiri, karena saya lihat saya langsung dobrak pintu, pelaku terjatuh di jalan," kata Salfa. 

Dijelaskan Salfa, awal mula bisa terjadi perampokan, ia yang merupakan karyawan di salah salah satu perusahaan Di Babakancikao, mengambil uang sebanyak Rp 200 juta di Bank BCA Purwakarta, uang itu akan ia gunakan untuk kebutuhan gaji karyawan.

Ia tidak mencurigai ada orang yang membuntutinya, di tengah perjalanan, tiba-tiba ban belakang mobil sebelah kiri bocor, ketika di periksa ada paku buatan yang diduga sengaja di masukkan oleh pelaku perampokan.

"Kemungkinan di ikutin dari Bank, ya bisa jadi pelaku yang simpan di ban (paku buatan) saya kurang tau pasti, uang udah balik cuma enggak tau jumlahnya belum di hitung takutnya ke ambil pelaku lain yang kabur," Ungkap Salfa. 

Kini seroang pelaku itu dibawa ke Mapolres Purwakarta untuk dilakukan pemeriksaan, sementara petugas masih memburu pelaku lainnya yang berhasil kabur.

Baca Juga: Polisi Sebut Tak Mematikan, LPSK Simpulkan Gas Air Mata Jadi Penyebab Kematian Massal Tragedi Kanjuruhan

Load More