PURWASUKA - Kasus pembunuhan berancana terhadap Brigadir J yang dilakukan oleh Ferdy Sambo CS membuat kepercayaan publik terhadap Polri turun.
Hal ini dikatakan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan arahan kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan para pejabat utama Mabes Polri di Istana Negara pada Jumat (14/10/2022).
Jokowi mengatakan, kasus tersebut menjadi catatan merah di tubuh instansi kepolisian Republik Indonesia. Bahkan dikatakannya, akibat kasus ini indeks kepercayaan terhadap Polri semakin turun dan di bawah penegak hukun lainnya.
"Begitu ada peristiwa FS (Ferdy Sambo), runyam semuanya, dan jatuh ke angka paling rendah," katanya melansir dari PMJNews.com, Sabtu (15/10/2022).
Menurutnya, sebelum adanya kasus Ferdy Sambo CS indeks kepercayaan publik terhadap Polri sangat tinggi. Jika dibandingkan dengan penegak hukum lainnya, Polri yang tertinggi.
Namun kini, angkanya semakin merosot karena kasus-kasus yang terjadi di tubuh Polri.
"Dulu dibandingkan institusi-institusi penegakan hukum lain, (Polri) tertinggi. Sekarang saudara-saudara harus tahu, menjadi terendah," katanya.
Dia menilai Polri mendapatkan peran penting dalam membantu penanganan pandemi Covid-19. Tak hanya itu, Polri juga mendorong percepatan vaksinasi di Tanah Air.
Dari kerja vaksinasi yang dilakukan Polri, menurut Jokowi, hasilnya pandemi Corona mereda. Selain itu, hasilnya ekonomi Indonesia bisa tumbuh di angka 5,44 persen.
Baca Juga: Instagram Rizky Billar Dipastikan Lenyap, Terbukti Kekuatan Report Netizen
"Dan indeks kepercayaan masyarakat juga menempatkan Polri di puncak teratas pada saat itu. Ini yang harus dikembalikan lagi dengan kerja keras Saudara-saudara sekalian," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
-
Serangan AS-Israel Tewaskan Kepala Intelijen Garda Revolusi Iran Majid Khademi
Terkini
-
Budget Cuma 500 Ribu di 2026? Ini 7 Sepatu Lari Nyaman yang Banyak Dipakai Mahasiswa
-
Duka Belum Kering, Aksi Aji Mumpung Sosok yang Mengaku Mirip Vidi Aldiano Banjir Kecaman
-
Seskab Teddy Ungkap Hasil Lawatan Prabowo: Rp575 Triliun Komitmen Bisnis
-
LKPJ 2025 Penuhi Standar Regulasi, Gubernur Khofifah Berkomitmen Perkuat Tata Kelola Pemerintahan
-
Pemerintah Hapus Bea Masuk Suku Cadang Pesawat Demi Lindungi Industri Penerbangan
-
Roy Suryo Dukung JK Polisikan Rismon Sianipar 11 Ribu Triliun Persen, Meski Yakin Itu Rekayasa AI!
-
Ngaku Bensin Rp300 Juta, Mobil Firdaus Oiwobo Diduga Nunggak Pajak 7 Tahun
-
Respon Maskapai tentang Kebijakan Baru Soal Avtur
-
OJK Mitigasi Risiko Jelang Keputusan Bobot Indeks MSCI
-
Gus Lilur: Muktamar NU Harus Haramkan Politik Uang