Irjen Teddy Minahasa yang baru ditunjuk menjadi Kapolda Jatim, tertangkap tangan atas dugaan kasus perdagangan narkoba dengan melakukan jual beli barang bukti narkoba jenis sabu. Atas kasusnya, membuat kekayaan pribadi Teddy disorot, dan menurut LKHPN, Teddy merupakan polisi terkaya dengan kekayaan mencapai Rp 30milyar.
Seiring dengan terungkap besarnya kekayaan yang dimilikinya dengan kasus haram yang menjeratnya, muncul video lawas Teddy ketika menjabat sebagai Kapolda Sumbar dan memimpin apel pagi pada Senin (22/08/2022).
Dalam video tersebut terlihat Teddy sedang memberikan petuah kepada bawahannya untuk jangan menjadi polisi jika ingin menjadi kaya, karena menjadi polisi adalah bentuk pengabdian.
"Sebagai pimpinan, saya berpesan sekaligus meneruskan pesan bapak Kapolri, berhati-hatilah saudara dalam masang kuat. Jangan gegabah, jangan pamrih. Kalau ingin kaya jangan jadi polisi, polisi itu pengabdian, rezeki mengikuti," tutur Irjen Teddy Minahasa dikutip Suara.com dari akun @undercover.id, Sabtu (15/10/2022).
Teddy juga mengingatkan para bawahannya di Sumatera Barat itu untuk tak berorientasi mencari uang sebagai polisi, dan bekerjalah dengan sebaik-baiknya.
"Apalagi di Sumatera Barat ini saya menekankan jangan berorientasi cari duit di sini. Kerjalah dengan baik, rezeki mengikuti," tambah Teddy.
Teddy pun memperingatkan agar para bawahannya menjaga martabat dan tidak merendahkan diri sendiri, jangan pernah menjadi ‘backingan’ di balik peristiwa kejahatan seperti judi, dikarenakan masih banyak jalan mencari rejeki yang lebih halal dan terhormat sebagai anggota Polri.
"Masih banyak lahan-lahan yang lain yang lebih halal, yang lebih baik, yang lebih mulia, yang lebih terhormat. Yang tidak merendahkan harga diri dan martabat saudara-saudara sebagai anggota Polri," tegasnya.
Jejak digital memang selalu mampu mengungkap yang terjadi di masa silam. Sontak warganet pun bereaksi dengan sindiran setelah menyimak petuah-petuah Teddy yang dianggap berkebalikan dengan yang dilakukannya. Petuah bijak yang disampaikannya dianggap tidak sesuai dengan keadaan dirinya yang memiliki kekayaan hingga puluhan milyar rupiah, dan terbukti melakukan jual bukti barang terlarang dan mencoreng nama besar institusi Polri serta nama baiknya sendiri.
Berikut komentar beberapa warganet,
Kata akun @syh***, "Kalau mau jadi kaya jadi polisi jual sabu,".
Kata akun @andi***, "Jilat ludah sendiri,".
Kata akun @prasety***, “Manis banget mulut para oknum,”.
Kata akun @didi***, "Kan bener, kalau mau jadi kaya jangan jadi polisi. Jadilah bandar,".
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Di Balik Mundurnya Dirut Pos Indonesia, Danantara Ungkap Dugaan Penyimpangan Keuangan
-
5 Parfum di Alfamart yang Tahan Lama Menurut Review Pembeli, Mulai Rp30 Ribuan
-
Tak Berkutik! KPK Tangkap Bupati Langkat di Rumah Pribadi, Sejumlah Lokasi Langsung Disegel
-
Pasokan Minyak Global Kembali Melimpah, Kapan Harga BBM Turun?
-
Siap-siap Uji Nyali! Ini 7 Film Horor Indonesia yang Tayang Juli 2026
-
2 Kategori Penjual Shopee yang Bakal Kena Pajak 0,5% Mulai Agustus 2026
-
Masih Bayar Lebih Saat Pakai QRIS? BI Sulsel Tegaskan Pedagang Tak Boleh Lakukan Ini
-
4 Sepatu Lari SPECS Terlaris di Shopee, Ini Plus dan Minusnya Menurut Pembeli
-
Pemerintah Siapkan Paket Stimulus Ekonomi Semester II 2026, Fokus Jaga Daya Beli Masyarakat
-
Reboisasi Tak Selalu Menambah Pasokan Air, Mengapa Iklim Jadi Faktor Penentu?