PURWASUKA - Irjen Pol Teddy Minahasa akhirnya buka suara terkait statusnya sebagai tersangka kasus peredaran narkoba. Teddy Minahasa membantah atas tuduhannya sebagai orang mengendalikan peredaran sabu yang digelapkan dari barang bukti.
Sebelumnya, pentapan tersangka terhadap Teddy Minahasa setelah mantan Kapolda Sumatera Barat itu menukar sabu dengan tawas hasil ungkap kasus di Polres Bukittingi. Sabu itu kemudian dijual kembali ke seorang bandar.
Kuasa hukum Teddy Minahasa, Henry Yosodiningrat menerangkan, bahwa kliennya itu membantah apa yang dituduhkan kepadanya terkait kasus peredaran sabu.
"Iya, itu juga disampaikan Teddy kepada saya ketika pertama kali ketemu dia," katanya, Selasa (18/10/2022).
Diungkapkan dia, bahwa hasil tes urine yang menyatakan Teddy Minahasa positif narkoba bisa jadi dari pengaruh obat bius yang sebelumnya diberikan dokter terkait dengan masalah pada gigi serta pada persendiannya.
"Besoknya, hari Kamis, tanggal 13 Oktober 2022, jam 10.00 saya menjalani tindakan perawatan akar gigi di RS. Medistra oleh drg. Hilly Gayatri, dan tim dokter oleh RS Medistra. Juga dibius total selama 3 jam," katanya melansir dari PMJNews.com.
Disebutkannya juga setelah menjalani perobatan di dokter gigi, Teddy Minahasa kemudian ke Propam Polri guna membantah tuduhan atas dirinya yang disebut mengedarkan narkoba.
"Pada hari Kamis, tanggal 13 Oktober 2022, sepulang dari RS Medistra, saya langsung ke Divpropam Mabes Polri untuk mengklarifikasi tuduhan bahwa saya 'membantu' mengedarkan narkoba," ucapnya.
"Kemudian jam 19.00 saya diambil sampel darah dan urine. Ya pasti positif karena dalam obat bius (anestesi) terkandung unsur narkoba," tambahnya.
Baca Juga: Vaksin Covid-19 di Jakarta Mulai Langka, Dinkes DKI: Kemenkes Belum Beri Vaksin Lagi
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Dukung Kesejahteraan Pesisir, BRI Medan Salurkan Bantuan Sembako di Sabang
-
Keberuntungan Berpihak ke 5 Shio Ini Pada 7 Mei 2026, Siap-Siap Cuan!
-
Harga Honda ADV 160 Baru vs Aprilia SR GT 200 Bekas Selisih Tipis, Mana yang Lebih Layak Dilirik?
-
Melihat Kampung Nelayan Merah Putih di Konawe
-
Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi
-
Kasus PRT Loncat dari Lantai 4, Polisi Tetapkan Pengacara Adriel Viari Purba Tersangka
-
Bus Tujuan Pekanbaru Terbakar Tabrakan dengan Truk Tangki, 16 Orang Tewas
-
Populasi Lansia di Bali Melonjak, Penduduk Usia Produktif Berkurang
-
Adu Tajam Trio Bayern Munich vs PSG di Semifinal Liga Champions, Harry Kane dkk Bidik Rekor
-
Akun IG Diretas Sindikat Sulawesi hingga Makan Korban, Ahmad Dhani Curiga 'Pembunuh Bayaran'