/
Jum'at, 28 Oktober 2022 | 14:11 WIB
Polisi mengamankan Siti Elina yang sengaja menodongkan pistol ke Paspampres. (Istimewa)

PURWASUKA - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror terus mendalami pengakuan wanita bercadar bernama Siti Elina (24) yang coba menerobos Instana Negara pada Selasa (24/10/2022) lalu. Kepada polisi, pelaku ingin bertemu dengan Presiden Joko Widodo.

Namun demikian, aksi yang dilakukan oleh Siti Elina ini terbilang ganjil. Pasalnya pelaku sengaja datang ke Istana Negara dengan membawa senjata api dan menodongkannya ke Paspampres yang sedang berjaga.

Kabag Bantuan Operasi Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Pol Aswin Siregar mengatakan, aksi nekat yang dilakukan pelaku hingga saat belum terindikasi dengan jaringan teroris.

Hal ini berdasarkan pemeriksaan sementara terhadap pelaku. Namun demikian, pelaku ini di media sosial terhubung dengan kelompok radikal.

"Tindakan SE tidak terkait jaringan mana pun. Sementara ini diindikasikan aksi tersebut adalah perorangan," katanya, Jumat (28/10/2022).

Aswin mengatakan, pelaku diketahui pernah berbaiat kelompok Negara Islam Indonesia (NII) bersama suaminya. 

"Dalam perkembangan, ternyata yang bersangkutan pernah berbaiat kepada NII bersama suaminya BU dan rekannya JM," katanya melansir dari PMJNews.com.

Menurut Aswin, pihaknya sedikit mengalami masalah saat melakukan pemeriksaan terhadap Siti Elina. 

Dia menyebut pelaku lebih banyak diam dan seorang ingin melukai dirinya. Pihaknya berencana memeriksa kondisi psikologis Siti Elina.

Baca Juga: Official MV Jin BTS - The Astronaut, Tembus 1M Views dalam Lima Belas Menit Saja!

"Masih diam dan seperti mau melukai diri sendiri. Penyidik sudah meminta bantuan ahli kejiwaan, dan dijadwalkan secepatnya," pungkasnya.

Load More