PURWASUKA - Pendekar United perkenalkan enam orang staff pelatih yang akan menangani tim di Futsal Pro League 2022.
Keenam staff pelatih Pendekar United tersebut adalah Eka Sanjaya (Pelatih Kiper), Anggo (Pelatih Fisik), Diki Krisnanda (Physiotherapy), Wahyudin (Kitman) dan Albana (Interpreter) dan Ridwan Basry (Assistant Coach dan Scouting Talent).
Semua Staff Pendekar United tersebut diperkenalkan lewat Instagram resmi tim @pendekarunited pada 5 November 2022.
“WELCOME. Berikut staf pelatih yang akan menangani The Warriors di musim ini.” tulis dalam keterangan unggahan tersebut.
Dengan begitu Pendekar United berharap keenam staff tersebut bisa membawa tim menjadi lebih baik.
“Semoga bisa membawa Pendekar United lebih baik lagi.” tulis dalam keterangan yang sama.
Sebelumnya, Pendekar United sendiri menunjuk mantan Pelati SKN Futsal, Alvaro Martinez untuk menangani The Warriors di Futsal Pro League 2022.***
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Tok! OJK Bekukan Izin Underwriter UOB Kay Hian Sekuritas, Buntut Skandal IPO REAL
-
Sempat Dikira Kain Popok, Begini Cerita Fatmawati Saat Pertama Kali Terima Bahan Bendera Pusaka
-
Pekerja BRI Insurance Galang Dana Mandiri demi Bencana Sumatra
-
Liam Rosenior Tuduh Arsenal Tak Hormati Chelsea, Mikel Arteta Bantah Keras
-
Mensos Gus Ipul: Digitalisasi Bansos Signifikan Tekan Kesalahan Data
-
Kemensos Rehabilitasi 7 PMI Korban TPPO di Turki
-
Sulis Jadi Simbol Perempuan Muslim Berdaya Fatayat NU
-
WN China Tersangka Kasus Tambang Emas Kabur, Ditangkap Imigrasi di Entikong
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
Soroti Kematian Bocah SD di NTT, Hasto PDIP: Bangunlah Jiwanya, Tapi Anak Tak Bisa Beli Pena