/
Selasa, 22 November 2022 | 07:02 WIB
Ilustrasi gempa bumi yang melanda Kabupaten Cianjur. (Istimewa)

PURWASUKA - Warga Kabupaten Cianjur memilih untuk tidur di luar rumah pasca terjadi gempa berkekuatan 5,6 magnitudo pada Senin (21/11/2022) siang. Alasannnya karena warga khawatir terjadi gempa susulan.

Pada gempa yang terjadi Senin siang itu, ribuan bangunan di Kabupaten Cianjur mengalami rusak. Kemudian jumlah korban meninggal dunia mencapai 162 orang, ratusan lainnya luka dan ribuan orang terpaksa mengungsi.

Warga pun terpaksa memilik tidur di luar rumah seperti yang terjadi wilayah perkotaan Kabupaten Cianjur. Merek tidur dengan mengelar karpet atau tikar demi sebagai alas tidurnya.

Ibu-ibu dan anak tertidur di luar rumah, sementara itu kaum pria memilih untuk tetap berjaga dan tidak tidur demi bisa segera mengevakuasi bila terjadi gempa susulan.

Hal ini seperti yang dilakukan oleh warga Desa Limbangan, Kecamatan Cianjur, Usep. Dia mengatakan, dirinya sengaja tidak tidur demi memastikan istri dan anaknya bisa selamat apabila ada gempa kembali.

"Iya saya dan warga yang laki-lakinya memilih berjaga, karena tidur juga khawatir ada gempa susulan. Istri dan anak tidur di luar rumah, gelar tikar, karena takut juga tertimpa bangunan kalau terjadi gempa susulan," katanya mengutip dari Tintahijau.com, Selasa (22/11/2022).

Sementara itu, Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengimbau warga untuk tetap berada di luar rumah ketika malam hari sebagai langkah antisipasi apabila terjadi gempa susulan.

"Kita sama-sama tidak berharap ada kejadian serupa. Tapi untuk lebih aman, sebaiknya berada di luar rumah saat malam hari. Karna jika tidak terbangun saat gempa, bisa bahaya," ucapnya.

Pihaknya juga telah mengirimkan bantuan berupa tenda untuk para pengungsi yang terkena dampak bencana alam ini.

Baca Juga: Aturan Baru Facebook dan Instagram, Remaja Bisa Blokir Orang Mencurigakan Kirim Pesan

"Kita juga sudah kirimkan bantuan berupa tenda untuk para pengungsi, dan warga di lokasi yang terdampak gempa," pungkasnya.

Load More