PURWASUKA – Warga berhasil mengelola 91 bank sampah yang tersebar di sejumlah lokasi di Kabupaten Karawang. Hal ini membawa manfaat bagi kebersihan lingkungan sehingga menjadikan wilayah tersebut lebih bersih.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLH) Kabupaten Karawang, Wawan Setiawan mengatakan, bank sampah yang di Kabupaten Karawang saat ini pengelolaannya dilakukan secara mandiri oleh warga.
"Pengelolaannya dilakukan secara mandiri oleh masyarakat," ucapnya, Senin (28/11/2022).
Dia menerangkan, dengan adanya bank sampah ini membantu penanganan sampah yang ada di Kabupaten Karawang. Mengingat, di Kabupaten Karawang setiap harinya sampah mencapai sekitar 1.200.
Namun demikian, yang bisa diangkut ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jalupang hanya sekitar 400 ton per hari.
Menurut dia, sebagian besar sampah tidak bisa diangkut ke TPA antara lain karena keterbatasan armada pengangkutan sampah dari tempat penampungan sementara ke TPA.
Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Karawang, kata Wawan hanya memiliki 56 armada pengangkut dan 20 kendaraan sewaan untuk mendukung operasi pengangkutan sampah.
Sebagian dari sampah yang tidak terangkut ke TPA, ditangani oleh bank-bank sampah serta tempat pengolahan sampah yang menerapkan prinsip pengurangan, penggunaan kembali, dan daur ulang sampah atau TPS3R yang tersebar di 16 lokasi.
"Tapi tetap belum maksimal pengelolaan sampah di wilayah Karawang. Setiap hari masih ada sampah yang menumpuk di TPS," kata Wawan melansir dari Antara.
DPRD Karawang sedang merancang peraturan daerah tentang penyelenggaraan bank sampah guna mengoptimalkan peran bank sampah dalam upaya pengelolaan, penanganan, dan pengolahan sampah.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim