/
Kamis, 08 Desember 2022 | 13:58 WIB
Ilustrasi bencana longsor di Kabupaten Purwakarta. (BNPB)

PURWASUKA - Wilayah Kabupaten Purwakarta menjadi salah satu daerah rawan bencana di Jawa Barat. Untuk menanggulangi dampak bencana alam, sejumlah desa yang tersebar di 15 kecamatan di Kabupaten Purwakarta dibentuk menjadi Desa Tangguh Bencana.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Purwakarta, Norman Nugraha mengatakan, pembentukan desa tangguh bencana ini guna mewujudkan kemandirian masyarakat agar siap apabila bencana alam melanda wilayahnya.

"Saat ini sudah ada Desa Tangguh Bencana di 15 kecamatan sekitar Purwakarta, agar masyarakat memiliki kemandirian untuk beradaptasi dan bersiap siaga menghadapi bencana serta memulihkan diri dari dampak bencana," ucapnya pada Rabu (7/12/2022).

Dampak positif dibentuknya desa tangguh bencana ini, masyarakat bisa mengenali dan mengidentifikasi potensi bencana apa saja yang mengancam wilayahnya.

Kemudian, setelah itu masyarakat pun bisa mempersiapkan diri bila terjadi bencana. Sehingga dampak kerusakan dan korban bencana bisa semakin di tekan.

Norman menerangkan, terkait dengan penanganan bencana alam, pihaknya telah menggelar kerja sama antarlembaga dan kemitraan dalam penanggulangan bencana di wilayah itu.

Menurut dia, kerja sama itu bertujuan agar tercipta sebuah komitmen bersama untuk penanggulangan bencana dengan koordinasi antarlembaga dan kemitraan yang telah terjalin dengan baik.

Hal tersebut dilakukan agar nantinya bisa memudahkan komunikasi dalam penanganan bencana.

Disebutkan, potensi kerawanan bencana yang ada di Purwakarta, terutama dari data potensi pergerakan tanah berada pada kategori menengah hingga tinggi, dan terjadinya banjir yang artinya rentan terjadinya bencana.

Baca Juga: Keluarga Pria di Medan Labuhan Tewas Ditembak Polisi Ngadu ke Komnas HAM RI, Ini Harapannya

"Kita terus mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana alam," terang Norman melansir dari Antara.

Catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat, bencana yang terjadi di Purwakarta sejak Januari hingga Oktober 2022 sebanyak 148 kejadian.

Bencana hidrometeorologi tercatat masih mendominasi, seperti bencana tanah longsor, puting beliung, banjir serta pohon tumbang.

Load More