/
Kamis, 08 Desember 2022 | 11:57 WIB
Ilustrasi petugas sedang mengevakuasi korban bencana alam banjir. (Istimewa)

PURWASUKA - Pemerintah Kabupaten Purwakarta menggelar apel siaga bencana darurat bencana tahun 2022 guna menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam, Kamis (8/12/2022).

Ratusan petugas gabungan dari eleman TNI-Polri bersama Tim SAR disiagakan mengantisipasi bencana alam saat memasuki musim hujan saat ini. Mengingat, wilayah Kabupaten Purwakarta termasuk daerah rawan bencana.

Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika mengatakan, apel siaga bencana ini bentuk kesiapan menghadapi bencana alam. Mengingat, rentetan bencana yang terjadi pada tahun lalu puncaknya terjadi di akhir tahun.

"Sebetulnya apel kesiapsiagaan hidrometeorologi ini merupakan agenda rutin. Karena siklus iklim cuaca ini kan memang Indonesia seperti di akhir tahun sampai awal tahun itu curah hujan akan tinggi. Adanya La Nina jadi akan selalu ada peningkatan curah hujan, sudah disampaikan akibat curah hujannya begitu tinggi kita harus waspada ada banjir," katanya.

Ambu Anne menyebut potensi terjadinya bencana alam sangat besar, maka dari itu perlu adanya peran dan partisipasi dari semua pihak.

"Kami meminta seluruh elemen masyarakat menyadari bahwa bencana alam memang tidak dapat ditolak tetapi yang lebih penting merupakan upaya bersama untuk dapat meminimalkan dampak yang mungkin terjadi akibat bencana tersebut atau yang biasa disebut dengan mitigasi bencana," ungkapnya. 

Ambu Anne berharap, apel siaga bencana ini dapat menjadi manifestasi kesiapan pemerintah daerah, TNI, Polri maupun berbagai komponen masyarakat dalam mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan apabila terjadi bencana.

"Tapi saya optimis dari mulai tingkatan Kabupaten, Kecamatan, Desa dan elemen masyarakat di wilayah-wilayah yang rawan bencana mereka sudah siap. Ya sudah siap tinggal memang kita diingatkan karena kan manusia itu sifatnya lupa gitu kan apalagi ini siklusnya ya siklus rutin setiap tahun," ucap Ambu Anne. 

Lebih lanjut, Ia menambahkan deretan pihak-pihak terkait dapat memberikan berbagai informasi kepada warga khususnya masyarakat yang berada di daerah rawan bencana sehingga masyarakat akan memahami apa apa yang harus dilakukan apabila sewaktu-waktu terjadi bencana.

Baca Juga: Ada Hantu? Kisah LE SSERAFIM Alami Paranormal Experience Gegara ENHYPEN

"Untuk itu perlu ditegaskan bahwa penanggulangan bencana alam bukan hanya tugas pemerintah daerah, TNI, Polri, maupun instansi terkait semata, melainkan tugas semua pihak. Penanggulangan bencana alam merupakan panggilan kemanusiaan yang menjadi tanggung jawab bersama," ungkap Ambu Anne. 

Ditempat yang sama, Sekda Purwakarta, Norman Nugraha menyebut, apel siaga bencana ini sebagai forum kegiatan antar lembaga pemerintah, nonpemerintah dan masyarakat untuk kesiapsiagaan dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana.

"Melalui apel siaga bencana ini menjadi sarana untuk berkoordinasi dan meningkatkan kapasitas daerah sarana prasarana dan logistik dari berbagai unsur agar mampu bersinergi dalam penanggulangan bencana," pungkasnya.

Load More