PURWASUKA – Hari ini (Kamis, 29 Desember 2022) Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil akhirnya bertemu pihak Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat di gedung kantor PWNU Jabar, Jalan Terusan Galunggung No.9 Lingkar Selatan, Lengkong, Kota Bandung.
Pertemuan tersebut diketahui sebagai tindaklanjut desakan NU Jawa Barat yang meminta langsung Ridwan Kamil datang menemui Nahdlatul Ulama Jabar.
Untuk diketahui, sebelumnya Ridwan Kamil diundang PWNU Jawa Barat untuk mengklarifikasi soal bantuan Rp1 triliun lebih yang diklaim gubernur Jabar telah diberikan kepada Nahdlatul Ulama Jawa Barat.
Namun, Ridwan Kamil tak bisa menghadiri undangan NU Jawa Barat karena harus mendampingi Presiden Jokowi.
Ridwan Kamil justru mengutus Kabiro Kesra Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, Barnas Adjidin untuk mengklarifikasi soal pernyataan gubernur Jawa Barat yang mengklaim telah menggelontorkan anggaran Rp1 triliun lebih untuk NU Jawa Barat.
Utusan Ridwan Kamil tersebut pun akhirnya ditolak PW Nahdlatul Ulama Jabar, karena dianggap tidak selevel dengan PWNU Jabar yang justru hadir dengan formasi lengkap menunggu itikad baik gubernur Jabar untuk mengklarifikasi pernyataan sepihaknya soal bantuan Rp1 triliun lebih.
Klaim Sepihak Ridwan Kamil Menimbulkan Fitnah
Dalam pertemuan sebelumnya, Ketua PW Nahdlatul Ulama Jabar Juhadi Muhammad menjelaskan soal duduk perkara munculnya polemik bantuan Rp1 Triliun atau Kesra Jabar Gate Rp1 triliun.
Menurutnya, polemik Kesra Jabar Gate Rp1 triliun timbul gara-gara pernyataan gubernur Jabar yang mengklaim telah menggelontorkan bantuan Rp1 triliun lebih untuk Nahdlatul Ulama Jabar saat memberikan pidato pengantar pembukaan Mukerwil PWNU Jawa Barat di Pondok Pesantren Al-Muhajirin 2, Kabupaten Purwakarta, Sabtu, 17 Desember 2022.
Baca Juga: Hebat! Erling Haaland Cetak Rekor Baru di Liga Inggris
“Dalam acara Mukerwil PWNU Jawa Barat di Pondok Pesantren Al-Muhajirin 2, Purwakarta kemarin (Sabtu, 17 Desember 2022) semua pejabat Nahdlatul Ulama hadir secara lengkap, PC pun ada, komplitlah,” kata dia.
“Pak gubernur lalu menyampaikan bahwa selama menjabat, ia sudah menggelontorkan anggaran untuk Nahdlatul Ulama Jabar Rp1 triliun. Setelah gubernur mengeluarkan pernyataan tersebut, selesai acara, di bawah panic, ramai bertanya-tanya Nahdlatul Ulama Jabar dapat Rp1 triliun uangnya kemana,” sambung dia.
Usai pernyataan gubernur tersebut, sontak muncul anggapan dari arus bawah apabila PW Nahdlatul Ulama Jabar tak bagi-bagi bantuan Rp1 triliun dari gubernur Jabar. Padahal PWNU Jabar sendiri memang tidak merasa mendapatkan bantuan Rp1 triliun sebagaimana diklaim oleh gubernur Jabar.
“Di bawah ramai, banyak yang tanya bantuan kok tidak dibagi-bagi (ke daerah atau bawah). Kita sendiri kan tidak tahu, ini kan jadinya ramai di internal kami, sampai keluar, ke media, yang awalnya ramai di internal akhirnya keluar juga,” ungkap dia.
Atas dasar itulah, Nahdlatul Ulama Jabar membuat surat undangan untuk meminta klarifikasi lebih rinci kepada gubernur.
“Sehingga kami mengundang secara resmi lewat surat. Soal nantinya gubernur datang atau tidak, itu urusan lain, yang terpenting kita butuh klarifikasi (detail) dari gubernur Jabar,” tegas dia.
Klarifikasi mendetail kata Juhadi Muhammad, uang Rp1 triliun yang diklaim sudah diberikan kepada Nahdlatul Ulama Jabar tersebut diberikan kepada dan kemana saja.
“Karena fakta yang sebenarnya yang diberikan Pemerintah Provinsi Jabar kepada PWNU Jabar itu kecil sekali hanya Rp2,4 miliar pertahun,” kata dia.
“Ini (pertemuan yang diwakilkan oleh Biro Kesra) itu hanya sebagian (penjelasan). Kami PWNU Jabar tetap ingin bertemu gubernur Jabar, karena yang menyampaikan waktu itu gubernur maka yang harus mengklarifikasi itu gubernur,” sambung dia. ***
Berita Terkait
-
PCNU Purwakarta Minta Ridwan Kamil Segera Jelaskan Soal Kesra Jabar Gate, Alasannya Karena Ini
-
Soal Bantuan Rp1 Triliun untuk NU, Pemprov Jabar Klaim yang Dikatakan Ridwan Kamil Benar
-
Polemik Kesra Jabar Gate antara Ridwan Kamil dengan PWNU Jabar, DPRD Bilang Begini
-
IAW Sebut Ridwan Kamil Tak Cermat Urus Kasus Pungli di Sekolah, Ini Buktinya
-
Utusan Ridwan Kamil Ditolak, NU Jabar Masih Menunggu Klarifikasi Gubernur Jabar Langsung
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Biaya Haji 2027 Berpotensi Naik, DPR Minta Pemerintah Cari Celah Efisiensi
-
4 Lipstik dengan Jojoba Oil untuk Bibir Kering, Anti Crack saat Dipakai!
-
Neraca Perdagangan Defisit Pemerintah Harus Permudah Ekspor Komponen Otomotif Dkk
-
Apakah Air Cooler Bisa Dingin Seperti AC? Coba 8 Cara Ini Agar Pendinginan Maksimal
-
100 Ribu Anak Lebanon Terancam Gagal Sekolah akibat Kerusakan Bangunan Pascakonflik
-
Body Mask dan Lulur Apa Bedanya? Pahami sebelum Mulai Perawatan Tubuh
-
14 Layanan Apple Masuk Verifikasi Komdigi, Ini Daftar Fitur yang Dievaluasi
-
Nelung Dino hingga Nyewu Dino: Beban Finansial yang Tabu Untuk Dibicarakan
-
Spanyol Usung Misi Balas Dendam saat Jumpa Portugal di 16 Besar Piala Dunia 2026
-
Prambanan Jazz Festival Kembali Hadir, Pengunjung Bisa Nikmati Berbagai Promo lewat BRImo