PURWASUKA–Lagi-lagi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dikritik warganet gara-gara unggahannya di feed Instagram pribadinya @ridwankamil.
Diketahui, Ridwan Kamil belum lama ini mengunggah video pendek soal transformasi digital di Jawa Barat.
Dalam unggahannya, Ridwan Kamil menuliskan caption panjang terkait transformasi digital Jawa Barat yang diklaimnya cepat.
“Cepatnya transformasi digital Jawa Barat dalam pelayanan publik. Selain karena kebijakan dan political will (kemauan politik), juga karena ada puluhan anak milenial dan gen z yang tergabung dan super team Jabar Digital Service,” tulis Ridwan Kamil dilansir PURWASUKA dari Instagram @ridwankamil diunggah Selasa, 10 Januari 2023.
“JDS ini ibarat starup di dalam dapur pemerintah. Kerjanya hanya satu, mencari solusi digital di setiap permasalahan pembangunan di Jawa Barat. Semoga cerita mereka ini menginspirasi, hatur nuhun,” sambung Ridwan Kamil.
Alih-alih disanjung warganet, unggahan gubernur Jabar tersebut malah dikritik dan justru banyak warganet yang mengeluhkan hingga menyampaikan aspirasinya.
“Belum terasa pengaruhnya. Mau apa-apa tetap harus bawa berkas dari RT ke RW ke lurah ke camat, terus menunggu dan balik lagi,” kritik akun @kai.amreiza.
“Betul sekali,” jawab akun @christina_nining.
“Eta pisan kang, pas weekend baru bisa mengurus eh Pak RT/RW na nuju (lagi) liburan,” keluh @kai.amreiza.
Baca Juga: Informasi Prakiraan Cuaca Bandung Raya Rabu 11 Januari 2023, Berikut Penjelasannya
“Digitalisasi bagus, tapi lebih penting keadilan pemerataan pembangunan jalan sampai pelosok desa itu real yang dirasakan rakyat miskin di daerah-daerah tertinggal,” sindir akun @gvna_1.
Tak sedikit masyarakat yang menyampaikan kritik atau keluhan soal buruknya infrastruktur jalan.
“Yuhu bagus digitalisasi, tapi sekelas akses menuju Lembang jalannya masih jelek dan tentu paroek (gelap gulipa). Padahal apa guna pariwisata Bandung, kalau tidak ada Lembang dan Ciwidey jadi lebih baik pemerataan hal-hal sederhana dulu ketimbang digitalisasi,” sindir akun @si_miskin. ***
Berita Terkait
-
Pembangunan dan Tata Ruang Selama Era Ridwan Kamil di Kota Bandung dan Jawa Barat Mandek
-
Heboh Pemprov Jabar Mengalokasikan Anggaran Buat Konten Masjid Al Jabbar Karya Ridwan Kamil Tembus Rp20 Miliar
-
Apindo Jabar Ancam Bakal Gugat Ridwan Kamil ke PTUN Terkait Keputusan Ini
-
Ridwan Kamil Bocorkan Bantuan untuk NU Sebetulnya Rp1,6 Triliun, Makin Tidak Jelas?
-
Data Penerima Bantuan Tetap Dirahasiakan Pemprov Jabar,Meski Ridwan Kamil dan PWNU Jabar Sudah Bertemu
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan