PURWASUKA - Pembangunan fisik yang kerap dilakukan Ridwan Kamil selama menjabat sebagai Wali Kota Bandung dan Gubernur Jawa Barat dikritik salah satu dosen dari Institut Teknologi Bandung (ITB).
Mohammad Jehansyah Siregar PhD, dosen ITB menilai, selama Ridwan Kamil menjabat sebagai Wali Kota Bandung atau Gubernur Jawa Barat tidak ada perubahan yang sangat berarti dalam pembangunan dan tata ruang di Kota Bandung dan kota – kota lainnya di Jawa Barat.
Pembangunan fisik dan elementer pun tidak terlihat selama Ridwan Kamil berkuasa di Kota Bandung atau di Jawa Barat.
“Contohnya, pembangunan Bandung Planning Gallery yang hingga saat ini pemanfaatannya belum optimal,” tutur Mohammad Jehansyah Siregar, Bandung, Senin, 9 Januari 2023.
Selain itu, Gubernur Jabar pun pernah membuat rusunawa di Sadang Serang dan Rusunawa Rancacili. Namun, tak berhasil malah mangkrak.
“Bahkan saya pernah menyampaikan jangan sampai Rusunawa Rancacili dijadikan tempat shooting film Pengabdi Setan 3, desain yang dibuat bagus namun mangkrak,” kata Mohammad Jehansyah Siregar.
Kegagalan Ridwan Kamil Selama Jadi Wali Kota Bandung hingga Gubernur Jawa Barat
Menurut Mohammad Jehansyah Siregar, gubernur Jabar memang sangat senang dengan konsep smart city. Namun, selama ia menjabat sebagai wali kota, fakta di lapangan dirinya belum mampu menjadikan Kota Bandung sebagai smart city.
Seharusnya, Ridwan Kamil mampu menjadikan Kota Bandung sebagai Conscious City. Bukan lagi smart city sesuai dengan Sustainable Development Goals (SDGs) ke 11 yaitu, sustainable cities and communities.
Baca Juga: Putaran Kedua Liga 1 Boleh Dihadiri Penonton, Kapten PSS Sleman Berharap Ini
“Selama ia menjabat sebagai wali kota Bandung, ia hanya melakukan perbaikan sebagian kecil taman kota dan trotoar,” keluh dia.
Bisa dikatakan, pembangunan yang dilakukan atau gayanya Ridwan Kamil hanya kosmetik saja alias city beautification. Pembangunan Ridwan Kamil belum menyentuk hal yang fundamental yang sebenarnya menjadi kebutuhan masyarakat Bandung atau Jabar.
“Harusnya APBD yang ada dapat dimanfaatkan lebih optimal menuju SDGs,” tegas dia.
Disamping itu, ia pun mengkritisi ihwal masih tingginya pengangguran, kawasan kumuh dan liar di Kota Bandung dan di kota megapolitan lainnya di Provinsi Jabar. Contohnya, masih banyak kawasan kumuh dan liar di sepanjang bantaran kali Cikapundung.
“Memang masyarakat tak bisa menagih capaian yang instan dari Kang Emil ketika menjabat walikota dan gubernur. Namun, setidaknya kepala daerah sudah menghasilkan suatu sistim yang berkelanjutan, itu yang dinamakan on the right track ke city without slums,” tegas dia.
Fakta di lapangan, Kota Bandung belum mengarah ke city without slums. Contohnya penataan Taman Sari di Cikapundung. Tepatnya dibelakang Balubur Town Square atau populer sebagai Baltos. Sampai saat ini penataan tersebut belum juga selesai. Padahal sudah lebih 7 tahun.
Berita Terkait
-
Masjid Al Jabbar Jadi Polemik, Kini Dibandingkan Dengan Masjid S Zayed Di Solo: "Ojo Dibandingke, Biayane Sundul Langit"
-
Pura Besakih Berstatus Cagar Budaya, Tepatkah Dibandingkan dengan Masjid Al Jabbar?
-
Ramai Soal Majid Al Jabbar, Kini Warganet Minta Pembangunan Gereja, Vihara dan Rumah Ibadah Lain
-
Pengamat Sebut Pemprov Jabar Tak Realistis Buat Konten Masjid Al Jabbar Sampai Miliaran Rupiah
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga
-
Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN