PURWASUKA - Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang terancam tenggelam akibat perubahan iklim global. Hal ini disampaikan oleh Greenpeace di akun resmi Instagramnya.
Greenpeace menjelaskan, naiknya permukaan air laut berpadu dengan pasang surut air laut menyebabkan kerusakan ekologis dan material.
"Perlahan namun pasti mengikis garis pantai sepanjang 6 km dari perbatasan desa, sejak dua dekade lalu," tulisnya.
Kepala Desa Cemarajaya, Rudi Candia mengatakan, pada era tahun 90-an kawasan ini merupakan obyek wisata yang bisa menghasilkan pendapatan perbulan sampai puluhan juta. Namun akibat abrasi pantai ini, semuanya kini sudah sirna.
"Pendapatan besar dari objek pariwisata Pantai Pisangan yang sebelumnya mampu memberi desa Rp. 80 juta per bulan selama tahun 90-an kini hanya jadi cerita," katanya.
Saat ini, sambungnya warga sudah tak bisa lagi memanfaatkan keindahan Pantai Pisangan untuk meraup rezeki. Pasalnya, wilayah Desa Cemarajaya kehilangan ratusan meter lahan dari garis pantai.
"Warga yang tak lagi bisa mengandalkan bisnis pariwisata beralih profesi menjadi pedagang nelayan atau membuka warung makan kecil-kecilan. Desa Cemarajaya telah kehilangan lahan seluas 500 hingga 800 meter dari garis pantai saat ini," katanya.
Dirinya mengaku, masih ingat dengan jelas kolam ikan, kompleks perumahan, dan lapangan sepak bola kecil telah hilang karena naiknya permukaan laut.
Sementara itu, warga Desa Cemarajaya, Yusuf (20) mengatakan, telah terjadi penurunan kualitas lingkungan desa. Bahkan, menurutnya hamparan mangrove tak lagi mampu membendung gelombang pasang yang kuat.
Baca Juga: Jhon LBF Dituding Seenaknya Pecat Karyawan, Gimana Sih Aturan yang Benar Sesuai UU Cipta Kerja?
"Akibatnya abrasi dan amblesan pun tak terelakkan," katanya.
Dusun Mekarja dikenal sebagai daerah paling terpencil di desa dan memiliki vihara kecil yang bertahan. Desa ini dikenal dengan keberagaman dan toleransi beragama.
Saat ini, satu-satunya vihara yang tersisa di Desa Mekarjaya dijaga oleh seorang Muslim bernama Camrad. Dia mengaku telah menjaga vihara ini selama 10 tahun dari banjir air laut.
"Sejak dua dekade lalu, warga mulai membangun tanggul dan meninggikan rumahnya untuk mencegah banjir. Pemerintah juga juga telah menempatkan pemecah gelombang panjang dan karung pasir di sepanjang garis pantai, tetapi pertarungan melawan kenaikan permukaan laut akibat krisis iklim, tampaknya tidak mungkin lagi mereka menangkan," katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
JPO Tendean Roboh Jadi Alarm! Dishub DKI Segera Pasang Rambu Batas Tinggi di Jembatan hingga Flyover
-
Ini Mobil Terlaris Segmen LMPV Semester Satu 2026, Xpander Peringkat Berapa?
-
Astra Daihatsu Perkuat Pasar Sumatera Barat Lewat Peresmian Dealer Baru di Bukittinggi
-
Viral Lokasi Koperasi Desa Merah Putih di Tempat 'Aneh', Jubir Gerindra Kasih Jawaban Begini
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Antarkota di Indonesia Saja Sudah Timpang
-
Bisa Cegah Stunting, Peneliti UI Usul Sirup Sawit Merah Masuk Menu MBG
-
Sepatu Lari Merek Apa yang Paling Populer di Indonesia?
-
Siap-siap! 92 Juta Pekerjaan Bakal Hilang, Kemdiktisaintek Minta Kampus Segera Berubah
-
Survei: Meski Pagi Terasa Hectic, 7 dari 10 Ibu Tetap Menyiapkan Bekal untuk Anak
-
Bagaimana Cara Memilih Perhiasan Sesuai Zodiak Taurus?