"Seluruhnya ditempuh dan legal," Rinci Agus.
Tak sampai di situ, lanjut Agus, awalnya kompensasi hanya diberikan sesuai kesepakatan antara PT Lifelon Jaya Makmur dengan 62 warga yang dibuat pada 2012 lalu.
Namun, seiring berjalannya waktu, jumlah warga yang menempati lahan tersebut malah bertambah menjadi 99 warga. Meski begitu, pihak perusahaan pun masih memberikan kebijakan kompensasi. Yaitu, berupa tanah seluas 50 meter persegi dan uang meski dengan nilai yang berbeda.
"Kang Dedi Mulyadi (Anggota DPR RI dan YouTuber asal Purwakarta, Red) pernah mengadvokasi warga. Saat itu Kang Dedi mendatangi BPN dan melihat kebenaran kepemilikan perusahaan," ujar Agus.
Saat itu, tambah Agus, Kang Dedi meminta kepada perusahaan untuk memberi juga warga yang tidak ada di kesepakatan. Kang Dedi juga menegaskan, jika semua itu sudah disediakan dan warga tidak mau pergi, berarti itu urusannya lain lagi .
"Pihak perusahaan pun tak keberatan, bahkan kami menyetujui saran Kang Dedi yang meminta jika warga yang baru pun mendapat kompensasi," ucap Agus.
Ini dibuktikan dengan kesediaan perusahaan menghibahkan tanahnya seluas 50 meter persegi per KK, juga uang bongkar rumahnya. "Dan untuk itu lahan sudah disiapkan, uang bongkar sudah diberikan," katanya.
Di saat tuntutan warga terus dipenuhi, Agus menyebut, pihak perusahaan justru malah terus-menerus mendapat resistensi warga yang menolak direlokasi.
"Kami sedapat mungkin untuk persuasif, terhadap warga, karena memang itu yang kami utamakan. Kami juga sedapat mungkin menghindari gesekan," ujarnya.
Baca Juga: Hasil BRI Liga 1: Bungkam RANS Nusantara FC, Persija Gusur Persib dari Puncak Klasemen
Sebagai bentuk rasa kemanusiaan pihaknya pun mengimbau kepada warga untuk menerima apa yang telah mereka sepakati di tahun 2012. Adapun bagi warga yang terdata setelahnya, agar mau menerima kompensasi kebijakan dari perusahaan sebagaimana disarankan kang Dedi.
"Jika warga masih kukuh bertahan, maka perusahaan akan mengambil dan memanfaatkan lahannya tersebut sebagaimana hukum yang berlaku seperti yang dinyatakan Kang Dedi," ucap Agus.
Pihaknya pun dalam waktu dekat berniat memasang pagar di lahan tersebut. Dan kembali meminta warga yang masih bertahan untuk segera menempati lahan relokasi yang telah kami siapkan. "Mudah-mudahan berjalan kondusif," Harapnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Purbaya Siapkan Bea Keluar Batu Bara Gegara Banyak Selundupan, Nikel Menyusul
-
Tak Semua Penghijauan Berdampak Positif, Studi Ungkap Ancaman di Balik Penanaman Pohon Massal
-
Ekonom UI Ramalkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Capai 5,54 Persen
-
Jejak Gelap Aep Saepudin: Sosok Pendiam di Rancaekek yang Jadi Broker Senpi Ilegal Ki Bedil
-
Harga Minyak dan Emas Bakal Meroket Efek Nego AS-Iran Buntu, Bagaimana Nasib BBM RI?
-
Esra Erkomay: Deteksi Dini Harus Jadi Budaya Agar Kanker di Indonesia Bukan Lagi Vonis Mati
-
Nelangsa Korban Usai Tahu Doni Salmanan Bebas: Ekonomi Kita Hancur, Dia Masih Kaya
-
Viral! Bayi Nyaris Tertukar di RS Hasan Sadikin Bandung, Sempat Dibawa Orang Lain
-
Pramono Sebut Parpol Bisa Beli Nama Halte, NasDem Langsung Incar Naming Rights Gondangdia
-
WFH untuk Hemat BBM, Transportasi Publik Palembang Belum Sepenuhnya Menjadi Jawaban