PURWASUKA - Hendak melakukan aksi tawuran, belasan pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) asal Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Karawang diamankan Kepolisian Sektor (Polsek) Sukatani, Polres Purwakarta, pada Senin, 20 Februari 2023.
Kapolsek Sukatani, AKP Asep Saepudin mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat adanya sejumlah pelajar berkumpul di pinggir Jalan Raya Sukatani yang diduga hendak tawuran.
Setelah turun ke lokasi, Lanjut Asap, pihak kepolisian menemukan segerombolan pelajar SMK asal Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Karawang yang hendak tawuran dan sejumlah pelajar berhasil diamankan.
Menurut Kapolsek, pelajar yang diamankan sebanyak 16 belas orang, dari SMK yang ada di Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Karawang.
"Jajaran Polsek Sukatani bersama warga setempat telah mengamankan 16 anak-anak pelajar SMK yang berasal dari Kabupaten Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Karawang, dimana mereka diduga hendak melakukan tawuran," ucap Asep.
Kedelapan pelajar SMK asal Kabupaten Karawang yang berhasil diamankan berinisial, BAP (18) warga Kecamatan Karawang Timur, BAS (17) warga Kecamatan Rengasdengklok, RM (17) warga Kecamatan Karawang Barat, RV (17) warga Kecamatan Karawang Barat, RS (16) Kecamatan Karawang Barat, AA (17) warga Kecamatan Karawang Timur, SL (14) warga Kecamatan Karawang Timur dan SF (18) warga Kecamatan Karawang Timur.
Kemudian, delapan pelajar SMK asal Kabupaten Purwakarta yakni berinisial, MRH (17) warga Kecamatan Jatiluhur, YR (16) warga Kecamatan Jatiluhur, EP (16) warga Kecamatan Jatiluhur, SS (16) warga Kecamatan Jatiluhur, MJF (17) warga Kecamatan Jatiluhur, DR (18) warga Kecamatan Jatiluhur, BRA (18) warga Kecamatan Pasawahan, IF (16) warga Kecamatan Jatiluhur.
"Dari ke 16 pelajar asal Kabupaten Purwakarta dan Karawang yang diamankan, 3 diantaranya merupakan perempuan," ungkap Asep.
Kapolsek melanjutkan, dari tangan para pelajar petugas menemunkan senjata tajam jenis cerulit yang dibawa pelajar tersebut diduga akan digunakan untuk tawuran.
"Kami mengamankan barang bukti berupa 7 buah senjata tajam. 4 bilah jenis celurit, 2 bilah golok panjang dan sebilah gergaji es batu," ungkapnya.
Walaupun belum sempat terjadi tawuran, kata Asep, dengan adanya indikasi bahwa mereka membawa senjata tajam, bisa diindikasikan mereka berkumpul diduga akan melakukan tawuran.
Kapolsek mengatakan, pihaknya penyerahan para pelajar tersebut dilakukan setelah seluruh pelajar menjalani pendataan dan pemeriksaan.
“Kita serahkan anak-anak ini setelah selesai menjalani pendataan kepada orang tuanya untuk dilakukan pembinaan dan pengawasan agar tidak mengulangi perbuatannya,” ujarnya.
Asep menegaskan, ke depan bila para pelajar ini kembali melakukan hal serupa, pihaknya pun akan memproses para pelajar tersebut dengan aturan yang di berlakukan.
"Kita tekanan ke mereka, jika mengulangi perbuatan seperti ini, kami tak akan segan untuk memprosesnya," tegas Asep.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Kronologi Warga OKU Diserang Beruang saat Sadap Karet, Sempat Duel hingga Luka Parah
-
Gencarkan Sport Diplomacy, Erick Thohir dianugerahi KWP Awards 2026
-
Malaysia Bungkam Timnas Indonesia U-17, Shukor Adan Puji Kedewasaan Lini Belakang
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
6 Penumpang Helikopter PK-CFX Ditemukan Tewas di Hutan Sekadau
-
Kejati Banten Geledah Kantor BUMD PT ABM, Koper Berisi Dokumen Penting Disita
-
Revolusi Pertanian dari Desa, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Sabet KWP Awards 2026
-
5 Fakta Mengejutkan Skandal Dugaan Pelecehan Seksual di Grup Chat Mahasiswa IPB
-
Lebih dari 10 Pelaku Diburu! Polisi Ungkap Perkembangan Kasus Kades Lumajang Diserang
-
Kredibilitas Jadi Kunci, Ini Alasan Memilih Pengembang Properti Tak Bisa Sembarangan