/
Senin, 27 Februari 2023 | 16:43 WIB
Kue dengan toping daun bambu. (Jabarnews.com)

PURWASUKA -  Sebagai campuran bahan adonan kue dan juga sebagai toping kue kering, pelajar SMP Alam Di Kabupaten Purwakarta memanfaatkan tanaman yang tumbuh dilingkungan sekolahnya, seperti pucuk daun bambu

Kepala Sekolah Alam Purwakarta, Titin Komalasari, mengatakan setelah mereka mempelajari kandungan yang ada di pucuk daun bambu baik untuk kesehatan tubuh manusia.

"Setelah kami pelajari ternyata pucuk bambu ini mengandung anti oksidan anti bakteri menetralkan racun di dalam tubuh," ujar Titin, pada Senin, 27 Februari 2023.

Ia bercerita awal mula mengajarkan kepada para siswanya tentang bagaimana bisa memanfaatkan tanaman yang ada di sekolah, selain kreatifitas yang diajarkan juga memberikan edukasi keahlian. 

"Saya dengan siswa saya melihat bahwa kekayaan Sekolah Alam Purwakarta ini memang banyak kebun bambu, kami coba bagaimana bambu ini membuat sesuatu ternyata bisa di jadikan makanan termasuk makanan," ujar Titin. 

Di pandu oleh guru, pada pelajar Sekolah Alam Purwakarta, yang beralamat di Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta itu tampak piawai pengolahan daun bambu hingga menjadi toping kue yang renyah.

"Diawali dengan para pelajar mengambil pucuk daun bambu langsung dari pohonnya, kemudian dicuci bersih dan dikeringkan, setelah kering pucuk bambu dihaluskan," ucap Titin. 

Sementara, lanjut dia, untuk bahan dan proses pembuatan kue kering sama seperti pada umumnya, seperti terigu, telur, mentega dan lain sebagainya. 

"Namun yang membedakan yaitu di tambah serbuk pucuk daun bambu ini ke dalam adonan, selesai di aduk rata kemudian di cetak sesuai bentuk yang diinginkan, setelah kue di cetak kemudian ditaburi serbuk pucuk daun bambu sebagai toping di atasnya kemudian dimasukkan ke dalam oven. Tinggal tunggu beberapa waktu hingga kue kering itu matang, setelah matang selanjutnya di masukan ke dalam keler dan kue sudah siap di santap," jelas Titin. 

Baca Juga: Shin Tae-yong Kecewa Soal Lapangan Latihan Timnas Indonesia U-20 di Uzbekistan, Kenapa?

Ditempat yang sama, Melviana Fatwa Laura, Salah satu pelajar yang mempraktekkan menyebutkan, ia bersama temannya menjadi tahu cara membuat kue dan memanfaatkan tanaman ke dalam kue.

"Sebelumnya kita tidak tahu jika pucuk daun bambu ini bisa di olah dan dimakan. Setelah mencoba rasa kuenya enak, renyah, krenyes-krenyes dari serbuk pucuk yang dikeringkan," ungkap Melviana.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Zhahira Adzkia, rasa kuenya enak dan gurih. "Rasanya manis, ada toping serbuk bambu ini bikin sensasi makan berbeda," katanya 

Diketahui, pembuatan kue berbahan pucuk daun bambu ini dirintis sejak bulan November 2022, pihak sekolah melibatkan seluruh siswanya dengan hasil mencapai 500 toples, pihak sekolah juga berencana akan mengkomersilkan yang hasilnya akan digunakan untuk kepentingan para siswa. Persatu toples dibanderol Rp 30 ribu yang dipasarkan masih di internal keluarga besar sekolah ini.

Load More