PURWASUKA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memaparkan penyebab dari suhu panas dan Sinar UV Ekstrem yang terjadi di wilayah Indonesia. Bahkan, bisa menyebabkan kulit terbakar.
"Jadi sebetulnya ini (Sinar UV Ekstream) fenomena biasa dan ini setiap bulan-bulan seperti akhir April, awal Mei ini selalu terulang dari tahun ke tahun" ungkap Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati dikutip dari Instagram BMKG pada 26 April 2023.
"Jadi tidak ada anomali yang istimewa, Ultra Violet bagian dari radiasi matahari dari jangkauan tertentu. Jadi sekali lagi fenomena ini adalah biasa sejak matahari bersinar." sambungnya
Sebagiaman dari pagi indeks suhu pagi tergolong Low, semakin siang semakin Dwi mengatakan bahwa suhu meningkat dan puncaknya terjadi pukul 12.00 WIB - 15.00 WIB.
"Kemudian setelahnya fenomena ini akan semakin turun. Hal ini sebelumny rutin selama bertahun-tahu ini.' katanya.
Penyebab Suhu Panas dan Sinar UV Ekstrem
Dwi melanjutkan, memnag saat matahari bergerak mendekati katulistiwa. Selain itu, menurut pantauan satelih himawarin saat ini sinar matahari tidak tertutup awan.
"Sehingga sinar matahari ini langsung mengena ke permukaan bumi." tuturnya.
"Beda dengan musim ujan yang ada menutup awan-awan dan itu juga yang menyebabkan kenaikan suhu walaupun bukan gelombang panas." katanya.***
Baca Juga: Ribut Gegara Warisan Saat Lebaran, Anak Bacok Ibu Kandung di Sumut
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
'Kami Minta Dibebaskan', Ratusan Warga Datangi Mapolres Sanggau, Polisi Beri Waktu 3 Hari
-
5 Poin Penting di Balik Aksi Warga Bogor Barat Desak Dedi Mulyadi Buka Tambang Legal
-
Pembebasan Lahan Jalur Khusus Tambang di Kabupaten Bogor Dikebut Rampung Tahun Ini
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling Worth It Dibeli Pakai Gaji Pertama Mei Ini, Murah tapi Performa Ngebut
-
5 Fakta Baru Tabrakan Maut Pandeglang: Penahanan Penabrak Ditangguhkan hingga Dugaan Sakit
-
Arah Baru Dunia Pendidikan, Guru Masa Kini Wajib Jadi EduCreator?
-
Sopir Pajero Kabur Usai Tabrak Pedagang Buah di Jaktim - Tinggalkan Korban, Ini Alasannya
-
5 Rekomendasi Serum Malam di Bawah Rp150 Ribu untuk Ibu Muda, Murah tapi Kualitas Nomor Satu
-
Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti
-
Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi