/
Jum'at, 23 Juni 2023 | 07:09 WIB
Gareth Bale saat masih di Real Madrid.

PURWASUKA - Bintang sepakbola, Gareth Bale curhat soal sulitnya menjadi punggawa Real Madrid. Itu ternjadi karena nantinya akan mendapatkan banyak tekanan mental.

Bukan hanya dari dari klub dan fans, menurut Gareth Bale tekanan tersebut juga muncul dari media di Spanyol. Itu sempat membuatnya depresi.

Sebab, Bale mengaku jika kalah dirinya merasa dihakimi oleh banyak pihak. Ini tentunya menjadi tekanan mental bari dirinya.

"Di Madrid, jika kamu kalah seolah-olah dunia sudah berakhir, mereka seperti menyalibmu (menghakimi), Anda pulang dengan depresi,” ujar Bale,dikutip dari Marca, Jumat (23/6/2023).

"Di Real Madrid ada lebih banyak tekanan karena ekspektasi dari klub, fans dan media,” tambahnya.

Karena faktor tersebut, Bale pun pada akhirnya kesulitan mengeluarkan permainan terbaik selama masih di Los Blancos. Permainan terbaik Bale mungkin hanya di awal-awal saat dirinya baru bergabung dengan Madrid.

Sisanya, Bale pun kesulitan mengeluarkan performa terbaiknya karena tekanan serta juga ia yang kerap cedera. Bale membela Madrid dari 2013 sampai 2022. Selama di Madrid, Bale memenangkan 3 gelar Liga Spanyol, 1 Copa del Rey dan 5 Liga Champions.

Kendati demikian, Bale tetap merasa senang bermain untuk Madrid. Ia merasa bergabung dengan tim tersebut membuat dirinya seperti pemenang.***

Baca Juga: Awas! Macet Bayar Cicilan PayLater Bikin Ambil Kredit Jadi Sulit

Load More