PURWASUKA - Teks Khutbah Jumat 11 Agustus 2023 akan diulah dalam artikel kali ini. Khutbah kali ini akan membahas tentang Esensi Kemerdekaan Manusia.
Teks Khutbah Jumat: Esensi Kemerdekaan Manusia, menjelaskan bahwa kemerdekaan tidak hanya direpresentasikan oleh suatu bangsa atas kemerdekaan negaranya, setiap manusia pun juga memiliki kemerdekaan dalam dirinya masing-masing.
Berikut teks Khutbah Jumat: Esensi Kemerdekaan Manusia yang dilansir dari islam.nu.or.id.
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Puji syukur kepada Allah swt dengan ungkapan alhamdulillah alladzi bi ni’matihi tattimmus shalihât, atas segala nikmat dan karunia yang telah diberikan kepada kita semua, khususnya nikmat kemerdekaan Republik Indonesia dan kemerdekaan jiwa manusia dari semua belenggu kegelapan, sehingga kita semua bisa menunaikan segala tanggung jawab dan kewajiban dengan nyaman, tenang dan riang gembira. Semoga ibadah dan kebaikan yang kita lakukan, bisa menjadi amal yang diterima oleh-Nya.
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad saw, allahumma shalli ‘alâ Muhammad wa ‘alâ alih wa sahbih, yang telah mengajarkan kita semua arti dari sebuah kemanusiaan yang merdeka, sehingga bisa terlepas dari belenggu-belenggu nafsu yang buruk. Semoga Allah melimpahkan keselamatan dan kesejahteraan kepada keluarganya, para sahabatnya, dan semua umatnya.
Selanjutnya, sebagai awal dalam memulai khotbah Jumat di atas mimbar yang mulia pada siang hari ini, kami selaku khatib mengajak kepada diri sendiri, keluarga, dan semua jamaah yang turut hadir pada pelaksanaan shalat Jumat ini, untuk terus berusaha dan berupaya dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah swt.
Karena dengan modal iman dan takwa, kita semua bisa menjadi hamba yang selamat di dunia dan akhirat. Dengan takwa pula, maka kita semua akan tergolong orang-orang yang mulia di sisi Allah, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an,
Artinya, “Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.” (QS Al-Hujurat [49]: 13).
Baca Juga: BTS Tak Tampil, HYBE Bagikan Photo Card BTS Senilai 800 Juta Secara Gratis
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Saat ini kita semua berada pada momentum kemerdekaan Republik Indonensia ke 78, puncaknya yaitu pada tanggal 17 Agustus 2023. Namun tidak kalah penting dari perayaan itu adalah merenungi kembali perihal kemerdekaan manusia itu sendiri. Sudahkah kita menjadi manusia merdeka? Atau sebaliknya, kita justru masih ditawan oleh hawa nafsu yang hina?
Syekh Zakaria al-Anshari dalam salah satu karyanya al-Ghararul Bahiyyah fi Syarhil Bahjah al-Wardiyyah, mengutip salah satu syi’ir yang layak untuk kita jadikan renungan bersama perihal kemerdekaan seorang hamba. Menurutnya, barometer seorang hamba bisa dikatakan merdeka jika ia sudah bisa menerima semua yang ada pada diri kita (qana’ah), dan tidak tamak pada hal-hal yang tidak ada pada dirinya.
Artinya, “Seorang hamba sahaya layaknya orang merdeka jika ia merasa cukup dengan apa yang ada, dan orang merdeka layaknya seorang hamba sahaya jika ia rakus. Maka terimalah apa yang ada, dan jangan rakus, karena sesungguhnya tidak ada perangai yang lebih jelek selain daripada rakus.”
Menerima apa yang telah ditakdirkan oleh Allah swt merupakan puncak tertinggi dari kemerdekaan setiap orang. Orang-orang yang sudah bisa merasa cukup dengan apa yang dimilikinya tidak lagi dikekang dan dibelenggu oleh keinginan-keinginan nafsunya. Bahkan mereka sendiri yang akan mengontrol nafsu tersebut untuk selalu menerima apa yang telah menjadi ketetapanNya. Inilah kemerdekaan sesungguhnya bagi diri setiap manusia.
Begitu juga sebaliknya, rakus dan selalu berharap pada apa yang tidak dimilikinya akan menjadikan manusia sebagai hamba sahaya. Ia tidak lagi bisa mengontrol dirinya, namun dikontrol hawa nafsunya. Perbuatan apa pun akan dilakukan demi memuaskan hawa nafsunya. Dan, inilah yang disebut sebagai orang yang tidak merdeka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Polosnya Gala Sky Ceritakan Kalung yang Selamat saat Kecelakaan
-
Resmi Pacaran, Lee Hi dan Dok2 Rilis Lagu Duet dan Dirikan Label Bersama
-
Kemenkes Turun Tangan Selidiki Kasus Kematian Dokter Internship di RSUD Pagelaran Cianjur
-
7 Fakta Kelam Kasus Rudapaksa Karawang: Saat Rasa Percaya Berujung Trauma Mendalam
-
Identitas Terbongkar, Pelaku Pembunuhan Sadis di Bali Ternyata WN Brasil Berjaket Ojol
-
Dukung Earth Hour, BNI Perkuat Operasional Rendah Emisi dan Efisiensi Energi
-
12 Rumah di Kampung Pasekon Cianjur Hangus Terbakar, 18 KK Kehilangan Tempat Tinggal
-
Waspada Puncak Arus Balik Malam Ini! 27 Ribu Kendaraan Siap Padati Bakauheni
-
Dari Keterbatasan Jadi Inspirasi, Banyuanyar Sukses Bangun Desa Masa Depan Berkat BRI
-
Didorong BRI, Banyuanyar Kembangkan Desa Pintar Ramah Lingkungan