- Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membuka ABAC Meeting I 2026 di Jakarta pada 7 Februari 2026.
- Ia menekankan integrasi ekonomi kawasan dan reformasi struktural adalah fondasi stabilitas Asia-Pasifik saat ini.
- Indonesia menunjukkan resiliensi ekonomi 2025 dengan PDB tumbuh 5,39% serta fokus agenda reformasi struktural APEC 2026–2030.
Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menekankan bahwa integrasi ekonomi kawasan dan reformasi struktural yang mendalam adalah fondasi utama bagi stabilitas Asia-Pasifik di tengah ketidakpastian global.
Pernyataan ini disampaikan dalam pembukaan Opening Ceremony APEC Business Advisory Council (ABAC) Meeting I 2026 yang berlangsung di Jakarta, Sabtu (7/2/2026).
Menurut Airlangga, dinamika ekonomi internasional saat ini menuntut negara-negara untuk tidak sekadar mengejar pemulihan pascapandemi, melainkan melakukan transformasi fundamental yang berkelanjutan.
Dalam pidatonya, Airlangga menyoroti bahwa kekuatan ekonomi regional terletak pada seberapa erat kolaborasi dan integrasi antarnegara anggota APEC.
Fokus utama pada tahun 2026 ini adalah "Mempercepat Pertumbuhan Inklusif Regional Melalui Reformasi Struktural".
"Kita berada pada titik di mana lanskap ekonomi dunia menuntut perubahan besar. Kekuatan kita dalam menavigasi tantangan ini terletak pada sejauh mana kita terintegrasi secara ekonomi," tegas Airlangga dalam keterangan resminya, Minggu (8/2/2026).
Menko Airlangga juga memaparkan bukti nyata resiliensi ekonomi Indonesia yang tetap kokoh di jajaran anggota APEC. Keberhasilan ini diklaim sebagai buah dari kebijakan yang kredibel dan konsisten.
Berikut adalah beberapa indikator performa ekonomi dan sosial Indonesia sepanjang 2025:
- Pertumbuhan Ekonomi: Pada kuartal IV-2025, PDB Indonesia melesat 5,39 persen (yoy), dengan rata-rata pertumbuhan tahunan mencapai 5,11 persen.
- Indikator Sosial: Angka kemiskinan berhasil ditekan hingga ke level 8,5 persen, sementara tingkat pengangguran stabil di angka 4,9 persen.
- Kualitas SDM: Terjadi perbaikan signifikan pada rasio ketimpangan (Gini Ratio) serta peningkatan skor Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Airlangga menyebutkan bahwa hasil ini dicapai melalui bauran kebijakan yang terkoordinasi lintas sektor serta komunikasi publik yang transparan untuk menjaga kepercayaan investor dan pelaku usaha.
Baca Juga: Siapa yang Meminta Iman Rachman Mundur dari Dirut BEI?
Menatap masa depan, Indonesia secara aktif mendorong Agenda Reformasi Struktural APEC untuk periode 2026–2030. Agenda strategis ini berfokus pada tiga pilar utama:
Persaingan Usaha: Menciptakan iklim bisnis yang sehat dan kompetitif.
Digitalisasi & Inovasi: Mempercepat adaptasi teknologi digital di seluruh sektor ekonomi.
Pemberdayaan Ekonomi: Memastikan pelaku usaha kecil dan menengah ikut merasakan dampak pertumbuhan regional.
Upaya ini selaras dengan komitmen Indonesia terhadap sistem perdagangan multilateral yang terbuka dan inklusif di bawah naungan World Trade Organization (WTO).
Sebagai penutup, Airlangga mengingatkan bahwa kebijakan pemerintah yang brilian tidak akan berdampak maksimal tanpa dukungan dunia usaha. Kolaborasi erat antara regulator dan sektor swasta adalah satu-satunya cara untuk mengubah gagasan besar menjadi aksi nyata yang berdampak langsung pada produktivitas kawasan.
Berita Terkait
-
Perundingan Tarif RI-AS Rampung, Airlangga Sebut Dokumen Tunggu Tanda Tangan Prabowo
-
Tak Ambil Pusing Soal Outlook Peringkat Moody's, Airlangga: Indonesia Tetap Investment Grade
-
Redam Gejolak Pasar, Menko Airlangga Lobi Langsung Investor Institusional
-
Prabowo Luncurkan Proyek 'Gentengisasi', Biaya Ditanggung APBN
-
Airlangga Siapkan Rp 13 Triliun untuk Insentif Ramadan dan Lebaran 2026
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Moodys Beri Rating Negatif, Pemerintah: Ekonomi Tetap Solid di Level Investment Grade
-
Mengenal Kakeibo, Seni Menabung Tradisional Jepang untuk Mencapai Kebebasan Finansial
-
Saham BUMI Banting Harga Ekstrem, Lalu Diserok Investor Asing
-
Emas ETF Global Diborong Investor Tembus 120 Ton, Efek Ancaman Perang Dunia?
-
Bitcoin Terperosok ke USD 60.000, Analis Indodax Ungkap Dampaknya ke Pasar Kripto
-
Pra Penjualan CBDK Melonjak 309 Persen di Kuartal IV 2025
-
Harga Pangan Nasional Melandai, Cabai Rawit Merah Mahal Jelang Ramadan
-
Harga Emas Naik Pada Akhir Pekan, Galeri 24 dan UBS Kompak Meroket
-
BRI Salurkan KPR Subsidi Rp16,16 Triliun, Perluas Akses Hunian Layak bagi MBR
-
Apa Itu 'Safe House' dalam Kasus Dugaan Korupsi Bea Cukai