- Anggota Komisi VII DPR RI, Yoyok Riyo Sudibyo, memberikan skor 50/100 atas kinerja Menpar Widiyanti pada rapat Rabu (4/2/2026).
- Penilaian rendah itu diberikan karena kebijakan pariwisata dianggap masih memiliki banyak celah dan belum berdampak ekonomi nyata.
- Menpar Widiyanti menganggap skor 50 tersebut subjektif, mengingat dukungan positif mayoritas anggota dewan lainnya terhadap program kementeriannya.
Suara.com - Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menanggapi santai penilaian rendah yang dilontarkan oleh salah satu anggota Komisi VII DPR RI terhadap kinerjanya.
Penilaian skor 50 dari 100 kepada Menpar Widiyanti tersebut muncul dalam rapat kerja yang berlangsung di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Widiyanti menilai bahwa angka tersebut merupakan pandangan pribadi yang bersifat subjektif. Ia menekankan bahwa di luar satu suara kritis tersebut, mayoritas anggota dewan lainnya justru memberikan respon positif dan apresiasi terhadap program-program yang dijalankan kementeriannya.
"Oh, anggotanya cuma satu. Kemarin anggotanya kan di Komisi VII kan banyak ya. Ini subjektif ya, jadi banyak yang mengapresiasi. Mungkin satu dari semua itu memberi nilai 50. Jadi mungkin ada hal-hal yang subjektif lah," ujar Widiyanti di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta.
Widiyanti tidak mempermasalahkan skor rendah tersebut dan menganggapnya sebagai dinamika dalam forum rapat kerja.
Baginya, banyaknya dukungan dari anggota komisi lainnya menjadi indikator bahwa sebagian besar program kerja Kementerian Pariwisata telah berjalan di jalur yang benar.
Sebelumnya, Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Yoyok Riyo Sudibyo, memberikan penilaian rendah terhadap kinerja Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana sepanjang tahun 2025.
Hal itu disampaikannya dalam Rapat Kerja di Komplek Parlemen, Senayan, Rabu (4/2/2026).
Yoyok memberikan skor 50 dari 100 karena menilai masih banyak celah dalam kebijakan pariwisata nasional.
Baca Juga: Menpar Widiyanti Bantah Isu Bali Sepi Wisatawan, Ungkap Data 12,2 Juta Kunjungan di 2025
Ia menyoroti bahwa klaim pariwisata sebagai penyumbang devisa dan penyerap tenaga kerja besar belum sebanding dengan efektivitas kebijakan di lapangan.
Ia memperingatkan agar Kementerian Pariwisata tidak hanya terjebak menjadi penyelenggara acara tanpa dampak ekonomi yang nyata bagi pelaku wisata di tingkat bawah.
"Cuman kebijakan-kebijakan yang Ibu ambil tahun kemarin, itu kan masih banyak celah dan bolongnya, Bu, dan saya harapkan di 2026 nanti, kebijakan yang Ibu ambil ini semestinya merupakan kebijakan sebagai mesin ekonomi, Bu, sebagai mesin ekonomi. Jangan pula kementerian Ibu itu nantinya malah justru, mohon maaf nih ya kayak sebagai EO aja itu lho. Jadi semacam event organizer nasional gitu," ujar Yoyok dalam rapat.
Ia juga menyentil penggunaan anggaran yang dinilai terlalu banyak habis untuk agenda internal kementerian atau seminar di level tinggi.
Yoyok membandingkan anggaran tersebut dengan banyaknya objek wisata milik Pemda yang bangkrut serta kegagalan desa wisata yang dibangun dengan dana desa.
Terkait pencapaian personal sang menteri, Yoyok memberikan komentar yang cukup mencolok.
Berita Terkait
-
Menpar Widiyanti Bantah Isu Bali Sepi Wisatawan, Ungkap Data 12,2 Juta Kunjungan di 2025
-
Kritik Kebijakan Pariwisata, Anggota Komisi VII DPR Ini Beri Menpar Widyanti Nilai 50 dari 100
-
Ketua Komisi VII DPR Sentil Menpar Gara-Gara Jawaban Rapat Disampaikan Via Medsos
-
Jawab Kritik DPR, Menpar Widiyanti Jelaskan Soal Ratusan Penghargaan Pariwisata
-
Bantah Kabar 'Disemprot' Komisi VII DPR, Menpar Widiyanti: Beritanya Agak Lucu, Kami Baik-baik Saja
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?
-
Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027
-
Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!