PURWASUKA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, mencatat sebanyak 69 kali bencana melanda Purwakarta di bulan Agustus 2023.
"Selama bulan Agustus 2023, sesuai dengan catatan kami, ada 69 kejadian bencana," Kata Kepala Pelaksana BPBD Purwakarta, Heryadi Erlan W.D, SSTP, yang akrab di sapa Abah Erlan saat dihubungi pada Rabu, 13 September 2023.
Ia mengatakan, jenis bencana yang terjadi di bulan Agustus 2023 itu di antaranya kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta bencana lainnya.
Dari bencana itu, diantaranya kekeringan sebanyak 22 titik kejadian, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sebanyak 44 kali kejadian, dan 3 kejadian lainnya.
Kejadian bencana ini terjadi di 12 kecamatan yang ada di Kabupaten Purwakarta di antaranya, 13 kejadian bencana di Kec. Tegawaru, 4 kejadian bencana di Jatiluhur, 3 kejadian bencana di Plered, 3 kejadian bencana di Sukatani, 7 kejadian bencana di Darangdan.
Selain itu juga, 9 kejadian bencana di Pondoksalam, 7 kejadian bencana di Pasawahan, 9 kejadian bencana di Purwakarta, 2 kejadian bencana di Babakancikao, 4 kejadian bencana di Bungursari, 6 kejadian bencana di Campaka, dan 2 kejadian bencana di Kiarapedes.
Sementara kerusakan akibat bencana selama Agustus 2023 itu antara lain, 1 unit rumah, TPT ambruk 1 unit, dan 44 titik lahan/hutan.
Untuk dampak bencana, sesuai catatan BPBD Purwakarta ialah sebanyak 1.706 Kepala Keluarga atau 4.935 jiwa, kata Abah Erlan
Abah Erlan pun menambahkan, semua kejadian bencana ini juga kita sampaikan melalui infografis bencana, dan kami menghimbau agar seluruh pihak untuk tetap waspada, mengingat di Purwakarta saat ini sedang dilanda musim panas, yang mengakibatkan kekeringan dan juga mudahnya terjadi kebakaran.
Baca Juga: Soal Kebakaran di Cibungur, Dandim 0619 Purwakarta Bilang Begini
"Kami terus mengimbau agar masyarakat selalu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap bahaya bencana," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026